Rusia-Ukraina Memanas, Shohibul Anshor Soroti Sikap Indonesia

Rusia-Ukraina Memanas, Shohibul Anshor Soroti Sikap Indonesia

- in Terkini
0
0

Teropongonline, Medan-Pengamat Sosial dan Politik sekaligus Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Drs. Shohibul Anshor Siregar, M.Si kembali menanggapi terkait sikap Indonesia terhadap polemik Rusia dan Ukraina yang memanas.

Saat diwawancarai Shohibul menyampaikan pendapatnya mengenai sikap dan dampak Indonesia dalam dunia internasional. Ia mengatakan seharusnya sikap Indonesia merujuk pada pembukaan konstitusi yang bernarasi anti penjajahan.

“Konstitusi Indonesia diawali dengan pembukaan (Muqaddimah) dengan narasi amat kuat anti penjajahan dan diakhiri dengan doktrin bebas aktif mensponsori perdamaian abadi di dunia.
Mestinya rujukan itu yang menjadi sikap dasar Indonesia, bukan agenda internasional lain yang dikendalikan oleh negara-negara kuat sebagaimana tercermin dalam sikap dan keminiman upaya Indonesia dalam menghentikan brutalitas di Xinjiang, Rohingya dan India,” ujarnya.

Shohibul pun mengatakan tidak ada jaminan Ukraina tidak akan bergabung dengan The North Atlantic Treaty Organization (NATO). “Saya tidak dapat menunjukkan jaminan apa pun sekiranya negara-negara Barat dan Ukraina menyatakan sikap terbaru tidak akan bergabung dengan NATO, aliansi pertahanan dari 30 negara, yang ditindaklanjuti, misalnya, dengan langkah demiliterisasi Ukraina serta menunjukkan komitmen menjadi negara netral,” ujar Shohibul.

Ia pun mengatakan jika sebelumnya Rusia pernah menginvasi Ukraina pada 2014 silam. “Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2014 dan ia mendukung pemberontak yang ditujukan untuk merontokkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Bukan tidak ada kesepakatan perdamaian internasional untuk itu, tetapi faktanya konflik terus berlanjut. Secara teoritis Rusia bias meluluhlantakkan Ukraina dalam waktu singkat. Barat tahu itu, China tahu itu dan PBB tahu itu,” katanya.

Ia pun mengatakan titik penting menjadi kekhawatiran Presiden Rusia, Vladimir Putin. “Ada satu titik krusial yang mengindikasikan kekhawatiran Putin, yakni ketika Ukraina berusaha menuju penggabungan kepentingan dengan institusi Eropa, baik NATO maupun Uni Eropa. Karena itu, Putin pun merasa berdasar mengklaim Ukraina sebagai boneka Barat, kurang lebih sama dengan dasar sentiment anti Malaysia yang digelorakan Soekarno dahulu karena tuduhan pembonekaan imperialis Barat,”

Tr : Mhd. Iqbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali