Kisah Tingginya Sifat Jujur Hoegeng Saat Tugas di Medan

Kisah Tingginya Sifat Jujur Hoegeng Saat Tugas di Medan

- in Artikel
0
0

Teropongonline, Medan-Hoegeng adalah salah satu Kapolri dikenal karena kesederhanaannya dan sifat kejujurannya. Dalam perjalanannya sebagai polisi sebelum menjadi Kapolri banyak cerita yang dimiliki pria dengan nama lengkap Hoegeng Iman Santoso tersebut. Salah satunya penempatannya di kota Medan, yang diketahui pada saat itu tak mudah bagi polisi baru untuk menjalankan tugas di Medan. Saat itu, ia diberitahu akan menjabat sebagai Kepala Direktorat Reserse dan Kriminal Kantor Kepolisian Sumatera Utara.

Tidak mudah bagi polisi baru saat di Medan ialah banyak hal yang menggiurkan untuk melanggar hukum sementara bagi polisi yang jujur dan tak mau kompromi itu adalah hal berat. Medan saat itu marak sebagai wilayah penyelundupan dan perjudian yang banyak di-backing oleh aparat-aparat penegak hukum seperti polisi ataupun tentara.

Dilansir melalui Okezone ujian pertama saat Hoegeng dan keluarga tiba di Medan setelah pelayarannya dari Jakarta adalah ia disambut dengan pengusaha yang mengaku sebagai ketua “Panitia Selamat Datang”. Panitia yang dibuat oleh pengusaha-pengusaha Medan untuk menyambut Hoegeng.

Pengusaha tersebut mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan rumah dan kendaraan untuk Hoegeng selama ia berdinas di Medan. Tak hanya itu, Hoegeng juga telah disiapkan hotel untuk ia menginap, akan tetapi Hoegeng menolak tawaran tersebut dan mengatakan kepada pengusaha tersebut jika ia membutuhkan ia akan segera mengontakkannya. Pengusaha tersebut lalu memberikan kartu namanya kepada Dharto.

Tak berhenti disitu saja, karena sesampainya ia sampai ke rumah dinasnya yang berada di Jalan A Rivai, Medan, Hoegeng mendapatkan kiriman sejumlah perabotan rumah tangga dari pengusaha dari pengusaha Medan seperti mesin cuci, kulkas, mesin jahit dan perabotan rumah tangga lainnya.

Jika Hoegeng mengambilnya ia tak perlu lagi untuk belanja perabotan, karena ia juga tak membawa semua barang perabotannya dari Jakarta. Lagi dan lagi Hoegeng menolaknya. Pada awalnya ia masih menolak dengan halus agar pengusaha tersebut mengambil kembali perabotan tersebut dan jika tidak diambil Hoegeng akan mengeluarkannya dari rumah. Namun, pengusaha juga tetap bersikeras untuk memberikannya kepada Hoegeng.

Tr : Mhd. Iqbal

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan