Panai

Panai

- in Dunia Sastra
0
0

Wahai panai
Kupandangi bayangannya yang semakin mengecil
menggendong tas merah yang kian jauh ,kepergian yang menyisakan tanya sekaligus keluh ,

Wahai Panai ,
Semanis apapun kata katanya tuk meninggalkan , tetap perpisahan adalah yang paling menyakitkan,

Wahai panai
Awalnya kupikir ia dzahir , ternyata ia hanyalah samar yang membuat ku sadar .
akulah bujang lapuk tak bertahta itu.

Tr : Magfirani

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan