Hari Pertama PJTD LPM Manunggal Bahas Teknik Reportase Dasar dan Kode Etik Jurnalistik

Hari Pertama PJTD LPM Manunggal Bahas Teknik Reportase Dasar dan Kode Etik Jurnalistik

- in Kabar Kampus
0
0

Teropongonline, Medan-Hari pertama Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manunggal membahas materi mengenai “Teknik Reportase Dasar dan Kode Etik Jurnalistik” yang dibawakan oleh Silvano Hajid sebagai Senior Journalist BBC News Indonesia. Sabtu, (30/10/2021).

Dalam penyampaiannya, Silvano Hajid memberitahu mengenai catatan yang memastikan dirinya sudah bekerja dengan benar sesuai kode etik jurnalistik dan sesuai kaidah jurnalistik juga.

“Ini adalah catatan yang saya buat pada tahun 2009 yang ketika itu saya butuh 5 poin yang pertama yakni 5W+1H, perlu atau mengetahui nama dan jabatan seseorang, dapatkan garis waktu, kenapa berita ini penting dan terakhir menutup kedua sisi . hal ini untuk memastikan bahwa saya sudah bekerja dengan benar sesuai kode etik jurnalistik dan sesuai kaidah jurnalistik juga,” ujarnya.

Lanjut Senior Journalist BBC News Indonesia, ia mengatakan bahwa berita yang kita buat harus bisa pastikan bahwa berita ini setidaknya memiliki dampak bagi banyak orang.

“Berita yang kita buat harus bisa pastikan bahwa berita ini setidaknya memiliki dampak bagi banyak orang atau setidaknya orang – orang tertentu yang menonton berita itu ataupun membaca berita itu sehingga berita itu berguna,” lanjut Silvano.

Silvano juga membahas mengenai ke tidak berpihakkan yang secara personal kita tidak boleh menghakimi pihak manapun yang ada di dalam berita.

“Secara personal memang tidak menghakimi, kita tidak boleh menghakimi pihak manapun yang ada di dalam berita kita. Kita juga tidak boleh membuat berita ketika sedang emosi karena kalau sudah memakai emosi, berita yang kita buat akan sangat berpihak kepada salah satu individu atau pihak lainnya,” jelas Senior Journalist BBC News Indonesia.

Ia juga mengatakan, jika dalam hasil wawancara kita juga harus bisa menerima perbedaan pendapat antara kita dan narasumber. “Dalam beberapa hasil wawancara pasti ada pandangan yang berbeda di hati dan pikiran kita, tapi kita harus bisa menerima perbedaan pendapat itu karena kita bisa setuju untuk tidak setuju atau tidak setuju untuk setuju,” kata Silvano.

Tr : Berry Sanjay

Editor : Mhd. Iqbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)