MAGNETHO Sebagai Wadah Produk dan Karya Anak Bangsa

MAGNETHO Sebagai Wadah Produk dan Karya Anak Bangsa

- in Terkini
0
0

Teropongonline, Medan-Magnificent Entrepreneurs With Good Ethos (MAGNETHO) mengadakan kegiatan untuk mengajak seluruh anak bangsa agar ikut berpartisipasi dalam movement #IkutSemangatBaru yang dilaksanakan via Zoom Meeting.

Dalam kegiatan yang diadakan pada Kamis, (21/10/2021) tersebut, Muhammad Ferry Budiman Sumbayak menjelaskan alasan menggunakan nama MAGNETHOdan menggunakan bahasa inggris.

“Kenapa namanya Magnificent Entrepreneurs With Good Ethos (MAGNETHO) dan menggunakan bahasa inggris, kembali lagi gerakan apapun, sistem apapun, strateginya kita harus mengemas dengan menarik,” ujar Ferry.

Lanjutnya, ia yang bergerak dalam bidang branding dan strategi komunikasi mengatakan jika pemilihan nama dan konsep pun kita memanfaat kan teknologi dan tren sekarang yang bisa diadaptasi.

“Kebetulan saya bergerak di bidang branding dan strategi komunikasi yang dimana untuk saat ini memang kondisinya harus dibungkus dengan semenarik mungkin jadi pemilihan nama dan konsep pun kita memanfaatkan teknologi dan tren sekarang yang bisa diadaptasi dan dikonsumsi oleh anak sekarang,” lanjutnya.

Ferry juga mengatakan kunci dari kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa adalah banyaknya wirausaha.

“Kunci dari kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa adalah banyaknya seorang wirausaha. Banyaknya merek ataupun produk yang tersebar di suatu negara itu yang sampai saat ini kita masih menuju ke 1% jadi pada tahun 2010 itu malah menuju 0,25% dari jumlah penduduk dan itu tidak sampai 1%,” katanya.

Sambungnya, bergerak dari itu MAGNETHO adalah wadah atau candradimuka yang akan selalu memberi tempat atau panggung untuk sebuah merek atau Usaha Kecil dan Menengah khususnya untuk di indonesia ini, produk dan karya hasil anak bangsa yang bisa lebih terlihat,” sambung Ferry.

Muhammad Ferry Budiman Sumbayak juga mengajak kita untuk membuat suatu ekosistem dimana ada yang menciptakan dan menggunakan.

“Kita bikin ekosistem dimana ada yang mencipta dan ada yang menggunakan. Jadi, kita harus saling mendukung tapi tetap tidak fanatisme yang berlebihan karena kita tetap mendorong bagaimana program atau karya anak bangsa itu menjadi lebih baik. Jadi kalau kurang jangan di bully tapi, di beri masukan dan feedback untuk membangun agar memberi terobosan untuk kualitas kedepannya,” ajaknya.

Tr : Berry Sanjay

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)