OIF UMSU Gelar Special Lecture Sejarah Astronomi Islam

OIF UMSU Gelar Special Lecture Sejarah Astronomi Islam

- in Kabar Kampus
0
0

Teropongonline, Medan-Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) gelar webinar Special Lecture: Sejarah Astronomi Islam pada pertemuan ke-3 (tiga) dengan tema: “Hieararki & Kelarifikasi Astronomi di Peradaban Islam” Via Zoom. Kamis, (14/10/2021).

Webinar tersebut dihadiri oleh belasan partisipan dari berbagai institusi, para ilmuan falak, Mahasiswa maupun masyarakat umum lainnya.

Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, MA sekaligus narasumber menyatakan pada materinya bahwa latar belakang Hierarki dan Klarifikasi Astronomi di Peradaban Islam dalam pengkajiannya terus-menerus berkembang, menyebabkan lahirnya beragam definisi, hierarki, dan klarifikasi pada astronomi.

Narasumber menjelaskan beberapa tokoh muslim yang menghierarkikan dan mengklarifikasikan ilmu astronomi dengan ilmu-ilmu lainnya, dan pada penjelasan tersebut ada 5 nama astronom muslim yang diungkapkan pada materinya, yaitu Al-Farabi, Al-Khawarizmy (al-Katib), Al-Akfany, Ikhwan ash-Shafa, dan Ibn Khaldun.

Pada kesimpulan materi yang dijelaskan oleh Narasumber, bahwa Hierarki dan klarifikasi memiliki perbedaan antara satu tokoh dengan tokoh keilmuan lainnya.

“Hierarki dan klarifikasi berbeda-beda antara satu tokoh dengan tokoh yang lain, antara 1 (satu) zaman dengan zaman yang lain, yaitu bergantung kepada sejauh mana pemahaman, sejauh mana pemaknaan serta fungsinya di tengah masyarakat. Sehingga itu berkonsekuensi kepada posisi hierarki dan klarifikasi yang berbeda-beda,” jelasnya.

Narasumber juga menambahkan, bahwa Hieararki dan klarifikasi astronomi (ilmu falak) bergantung kepada definisi, posisi, fungsi di tengah masyarakat.

“Hieararki dan klarifikasi astronomi (ilmu falak) bergantung kepada definisi, posisi, fungsi di tengah masyarakat. Hierarki dan klarifikasi astronomi lebih cenderung masuk ke dalam ranah sains, Thabi’i, Matematika dan Filsafat. Artinya dalam konteks ini, bahwa disiplin ilmu falak atau ilmu astronomi itu ada kalanya masuk ke ranah ilmu sains, ada kalanya masuk ke ranah ilmu Thabi’i, ada kalanya juga masuk ke ranah ilmu Matematika, dan lainnya. dan bila dikorelasikan dengan kajian astronomi hari ini tampak di antara ketiganya internal. Karena disebut di dalamnya ada pengkajian, penalaran, pengolahan, tentang benda-benda langit yang bisa dikorelasikan dengan situasi yang ada,” tambahnya.

Tr : Mhd. Iqbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Antrean Kapal Pengangkut di Singapura Pemicu BBM Langka di Sumut

Teropongonline, Medan-“Masyarakat dibuat resah dengan kelangkaan yang terjadi