Dorong Kebangkitan Pariwisata, Disbudpar Sumut Adakan Familiarization Trip Kawasan Danau Toba

Dorong Kebangkitan Pariwisata, Disbudpar Sumut Adakan Familiarization Trip Kawasan Danau Toba

- in Ragam
0
0
The Kaldera, Danau Toba.

Teropongonline, Medan-Di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara (Disbudpar Sumut) terus berupaya mendorong kebangkitan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata di Sumatera Utara dengan menggandeng para Jurnalis, Travel Agent, Vlogger dan Influencer dalam kegiatan Familiarization Trip (Wisata Pengenalan) atau yang lebih dikenal dengan FamTrip.

FamTrip selama empat hari (30 September – 3 Oktober 2021) ini bertujuan untuk mengenalkan tempat – tempat wisata yang berpotensi agar bergeliat kembali serta untuk mendukung program Konsep Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur (KSPN).

FamTrip ini diikuti oleh para Jurnalis, Influencer, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Vlogger, dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumut.

Ada banyak objek wisata alam yang menjadi tujuan dalam kegiatan FamTrip ini, yaitu Taman Seribu Bunga, Lembah Pelangi Siosar, Tao Silalahi, Samosir, Menara Tele, Aek Sipitudai, Taman Wisata Sibea-bea, Huta Tinggi, Batu Gantung, Kaldera, Pantai Lumban Bul-bul, dan Perkebunan Teh Sidamanik.

Objek wisata Taman Seribu Bunga yang terletak di Desa Raya Brastagi, Kabupaten Karo.

Perjalanan pertama (30/09) dimulai dari Medan, menuju objek wisata Taman Seribu Bunga yang terletak di Desa Raya Brastagi, Kabupaten Karo. Untuk menikmati keindahan Taman ini, membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari Kota Medan. Namun, perjalanan anda akan terbayarkan ketika tiba karena kita akan disuguhkan berbagai jenis bunga yang dapat memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya.

Taman Seribu Bunga diperkenalkan pada Januari 2021 dan di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD). Karya Jaya Ginting selaku Direktur BUMD di Desa Raya mengatakan bahwa Taman Seribu Bunga merupakan bentuk implementasi dari nama Desa itu sendiri.

“kita kasih nama taman seribu bunga sebetulnya implementasi dari nama Desa Raya yang sering disebut desa Seribu Bunga,” katanya.

Peserta Famtrip foto bersama masyarakat di kawasan Wisata Lembah Pelangi Siosar.

Lembah Pelangi Siosar

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Lembah Pelangi Siosar. Kawasan ini awalnya dikenal sebagai kawasan hutan di pegunungan. Musibah bencana alam Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang meletus sejak 27 Agustus 2010 dan diikuti oleh erupsi yang berkepanjangan dari tahun ke tahun menyebabkan korban harus mengungsi dan tinggal di kawasan baru di Siosar.

Sekarang, kawasan ini sering dikenal dengan negeri di atas awan atau kawasan puncak 2000. Selain itu, ternyata Lembah Pelangi Siosar sendiri memiliki Filosofi di dalamnya, yaitu bagaimana perjuangan masyarakat di kawasan tersebut untuk menuju sebuah keindahan. 

“Masyarakat sudah berjuang melewati bencana yang begitu dahsyat sehingga mereka harus tertath-tatih melanjutkan kehidupan mereka dan filosofi Pelangi Sisosar ini menjadi harapann bagi masyarakat Siosar nantinya,” tutur Rocky Marciano Tarigan Selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Siosar.

Ada beberapa objek wisata yang bisa dinikmati di Lembah Pelangi Siosar, seperti Atraksi – Atraksi Budaya, Festival Siosar ( Karnaval Siosar ), dan Festival Kopi.

Peserta Famtrip foto bersama di Tao Silalahi, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Tao Silalahi

Rombongan FamTrip Disbudpar Sumut juga menjelajahi Tao Silalahi yang terletak di Kabupaten  Dairi, Sumatera Utara. Tepatnya di Desa Silalahi, Silalahi Sabungan. Tao Silalahi merupakan bagian terluas dari perairan Danau Toba yang terkenal dengan keindahan alam dan objek  wisatanya.

Selain panorama yang indah ada banyak sekali yang bisa di eksplor di Tao Silalahi dan belum terekspos, seperti Tracking, Pertanian Bawangnya yang memiliki ciri khas, Mangga Silalahi, Air Terjun Siringo, Tugu Silalahi, Batu Sigadap, Batu Sijong-jong dan Kampung Ulos yang didalamnya terdapat rumah – rumah  adat lama yang usianya sudah sampai seratus tahun.

Kadis Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Mahadi Kudadiri mengatakan banyak yang ada di Tao Silalahi yang selama ini kurang terekspos.

“semuanya selama ini kurang terekspos, eksposlah Danau Toba yang ada di Silalahi ini sebanyak – banyaknya agar nantinya akan menubuhkan  minat orang dan wisatawan untuk berkunjung kemari,” tutur Mahadi Kamis, (30/09/2021).

FamTrip oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, ini tentunya bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan pariwisata yang ada di Sumatera Utara dengan harapan dapat memulihkan ekonomi kembali di sektor pariwisata di tengah pandemi.

Tr : Kusnadilla Anandari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

7 Tips Mengerjakan Skripsi Agar Lulus Tepat Waktu

Teropongonline, Medan-Memulai skripsi dengan persiapan dapat menghasilkan skripsi