Stres dan Muak Belajar? Waspadai Academic Burnout

Stres dan Muak Belajar? Waspadai Academic Burnout

- in Artikel
32
0

Teropongonline, Medan – Kehidupan perkuliahan seringkali diidentikkan dengan kesibukan yang ada, baik itu kesibukan di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Karena hal tersebut, mahasiswa selalu dituntut untuk pintar dalam mengatur waktu sebaik mungkin. Namun, seringkali kesibukan ini malah membuat mahasiswa merasakan kelelahan dan kejenuhan.

Tidak hanya belajar, kegiatan mahasiswa menjadi padat karena tergabung dalam organisasi dan juga bekerja. Mengikuti organisasi kampus sudah tentu menjadi salah satu alternatif bagi sebagian mahasiswa. Terlebih lagi mahasiswa perantauan, tanpa organisasi mungkin akan membuat kehidupan kuliahnya terasa sepi jika hanya dibarengi proses belajar tanpa adanya interaksi dengan orang lain, selain itu berorganisasi juga menjadi salah satu wadah untuk memenuhi CV. Namun, jika terlalu banyak mengerjakan berbagai tugas dan kegiatan dapat menyebabkan mahasiswa merasakan stres dan kejenuhan.

Hal yang perlu diperhatikan sebagai mahasiswa adalah peluang terjadinya benturan waktu antara kuliah, organisasi, atau bekerja. Peluang itu dapat mengakibatkan mahasiswa pecah konsentrasi sehingga menimbulkan berbagai efek buruk, salah satunya adalah burnout pada mahasiswa.

Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi dimana seseorang mengalami stres yang berat akibat hal yang sedang dikerjakannya. Menurut Schaufeli dkk (2002), bahwa burnout pada mahasiswa (Academic Burnout) mengacu pada perasaan kelelahan akibat dari tuntutan akademik, munculnya sikap sinis terhadap tugas perkuliahan, dan munculnya perasaan tidak kompeten dan acuh sebagai mahasiswa. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan secara terus-menerus karena akan mempengaruhi kondisi fisik dan emosional seseorang.

Kondisi ini dipicu akibat dari stres yang tidak kunjung teratasi sehingga menyebabkan kehilangan semangat, penurunan performa dalam belajar, bahkan menurunnya keinginan untuk berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga berujung pada kondisi dimana seseorang akan menarik diri dari lingkungan.

Kita dapat mengatasi situasi academic burnout dengan cara sebagai berikut:

  1. Buatlah Skala Prioritas
    Dengan membuat skala prioritas, kita akan mengetahui hal apa yang akan kita kerjakan terlebih dahulu, sehingga energi kita tidak terkuras secara berlebihan.
  2. Membatasi Diri dari Orang yang Negatif
    Orang yang selalu berpikiran negatif akan memperparah situasi dengan tidak memberikan solusi yang akan mempengaruhi emosional kita.
  3. Ceritakan Kepada Orang Lain
    Ceritakan permasalahan yang dialami kepada orang terdekat dan terpercaya. Dengan menceritakan kepada orang lain, dapat mengurangi stres yang dirasakan.
  4. Melakukan Meditasi
    Meditasi dapat membantu untuk merilekskan tubuh dan pikiran kita, lakukan meditasi dengan posisi duduk dengan tenang dan mengatur pernafasan secara perlahan serta teratur selama 15-20 menit. Dengan meditasi, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin. Hormon adrenalin muncul saat tubuh kita merasakan stres yang kemudian menyebabkan detak jantung, aliran darah, dan tekanan darah meningkat. Meditasi dapat dilakukan pada akhir pekan setelah mahasiswa dihadapkan dengan kesibukan perkuliahan di hari sebelumnya.
  5. Tidur yang Cukup
    Salah satu permasalahan yang dialami mahasiswa yaitu begadang karena harus mengerjakan tugas. Kurangnya jam tidur akan menyebabkan kita menjadi cepat marah, sulit berkonsentrasi, dan stres. Mahasiswa dapat mengatasinya dengan cara tidak menunda mengerjakan tugas. Karena dengan tidur yang cukup, tubuh kita akan terasa bugar, sehingga dapat menjalani aktivitas dengan maksimal dan dapat menerima materi perkuliahan dengan baik.

Tr : marizkya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tersingkir di UCL, Barcelona Resmi Turun Kasta

Teropongonline, Medan-Barcelona dipastikan terdepak dari Liga Champions musim