Gelar PJTD 2021, LPM Neraca Bahas Foto Jurnalistik dan Feature

Gelar PJTD 2021, LPM Neraca Bahas Foto Jurnalistik dan Feature

- in kabar medan
61
0

Teropongonline, Medan-Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang dilaksanakan LPM Neraca POLMED membahas tentang Foto Jurnalistik dengan pemateri Irsan Mulyadi, Fotografer Berita Antara dan Feature oleh pemateri Tikwan Raya Siregar, Konsultan Media. Sabtu, (04/09/2021).

Dalam pemaparan materi pertama, Irsan membahas tentang Foto Jurnalisme Warga, Ia mengungkapkan bahwa jurnalisme warga di Indonesia baru berkembang.

“Citizen journalism atau jurnalisme warga sudah ada sejak tahun 1980 di Amerika. Di Indonesia citizen journalism atau jurnalisme warga baru berkembang belakangan terakhir ini, awalnya itu pada tahun 2004 saat bencana tsunami,” ungkapnya.

Irsan juga menjelaskan, foto jurnalistik harus memiliki nilai kejujuran di dalamnya karena seorang foto jurnalistik harus jujur. “Fotografi jurnalistik ini bukan hanya sembarang foto saja, tetapi ada nilai yang di junjung tinggi, etika yang di junjung tinggi dan paling utama adalah nilai – nilai kejujuran, Karena ketika seseorang sudah tidak jujur di dalam memproduksi foto jurnalistik, seseorang tersebut tidak bisa menjadi seorang foto jurnalistik,” tambahnya.

Dilanjutkan Pemateri ke-2, dalam pemaparannya, Tikwan menjelaskan bahwa feature merupakan karya jurnalistik yang berbeda dengan berita lurus lainnya. “Feature itu memang produk jurnalistik tapi berbeda dengan berita lempang atau lurus lainnya seperti straight dan hard news. Unsur human interest harus terlihat disana dan tulisan yang disajikan harus kreatif dan menarik, kalau dalam surat kabar biasanya feature terletak di hal pertama sebagai pendamping berita up to date lainnya,” jelasnya .

Tambahnya, Tikwan menyampaikan hal yang perlu diperhatikan dalam sebuah karya feature. “Dalam karya feature ada ciri ataupun hal – hal yang harus diperhatikan, yaitu harus kreatif, informatif baik itu sesuai dengan data dan fakta yang ada, bersifat menghibur atau menyentuh perasaan sehingga subjektif dalam penulisan diperbolehkan, pastikan point of viewnya, buat judul dan lead menarik, terakhir lakukan cek dan ricek setelah data dikumpulkan karena itu termasuk disiplin dalam dunia jurnalistik,” tambahnya.

Muhammad Nuh, merupakan salah satu peserta dari STAI Al Ishlahiyah Binjai mengungkapkan apresiasi dan hal yang didapat dari PJTD tersebut. ” Saya sangat mengapresiasi pelatihan ini, pelatihan ini sangat membantu mahasiswa tentang dasar menulis berita dan salah satu jembatan untuk menghasilkan jurnalis – jurnalis terbaik yang benar-benar memahami kaidah maupun prinsip penulisan berita yang mengandung nilai berita (news value), karena jurnalis kampus harus ikut andil dalam memerangi penyebaran berita hoax,” ungkapnya .

Adapun Rahman Efendi, merupakan peserta dari LPM Suara Al Muslim mengatakan banyak ilmu baru dan bermanfaat yang didapat. “Saya sangat senang mengikuti PJTD ini, saya bisa mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat dari pemateri luar biasa. Saya jadi tahu kategori foto jurnalistik, bagaimana etika pengambilannya dan bagaimana penulisan feature yang benar,” katanya.

Tr : Siti Rifani & Sonya Mayrevi

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tersingkir di UCL, Barcelona Resmi Turun Kasta

Teropongonline, Medan-Barcelona dipastikan terdepak dari Liga Champions musim