Adakan Dialog Media, Pena Budaya dan Narasi Bahas Redaksi Era Digital

Adakan Dialog Media, Pena Budaya dan Narasi Bahas Redaksi Era Digital

- in Terkini
39
0

Teropongonline, Medan-Pers mahasiswa (Persma) Pena Budaya Universitas Padjadjaran (UNPAD) adakan Webinar series dengan mengusung “Dialog Media: Eksplorasi Media Bersama Narasi” melalui aplikasi Zoom. Sabtu, (21/08/2021).

Kegiatan ini menghadirkan Zen Rachmat Sugito, Pemimpin Redaksi Narasi sebagai Pemateri dan juga diikuti oleh peserta dari berbagai Universitas di Indonesia .

Dalam pembahasannya tentang “Mengulik Alur Produksi Berita dan Kehidupan Redaksi di Era Digital”, Zen mengatakan dalam alur produksi atau workflow berita khususnya di fase pra produksi, kunci kesuksesan liputan dipertaruhkan.

“Era digital media zaman sekarang bisa dilakukan kapan saja, rapat redaksi itu bisa dilakukan kapan saja. Di fase pra produksi ini, sebetulnya kunci kesuksesan liputan itu dipertaruhkan. Kalau pra produksinya tidak matang, kalau diskusinya tidak tajam, kalau bahan – bahan yang kalian miliki tidak kuat, maka nanti akan sangat kewalahan,” katanya.

Ia juga menambahkan, fase produksi sekarang ibarat siklus. “Alur produksi di digital newsroom itu ibarat sebuah siklus. Lalu, ketika produksi kalian tidak cukup bahannya, kalian tidak mengerti topiknya, waktu kalian akan habis untuk belajar, waktu kalian akan habis untuk membaca bahan – bahan, belum lagi nanti akan menulis naskah. Efek yang paling sering terjadi kalau topik itu tidak tuntas atau tidak matang di pra produksi adalah ketika di preview oleh produser perubahannya akan sangat banyak dan itu proses yang sangat memakan waktu,” tambahnya.

Pemred Narasi itu pun menjelaskan perbedaan yang diperhatikan dari sebuah newsroom atau media.

“Newsroom sekarang itu sangat dipengaruhi audiens, ibaratnya kalau dulu media itu bisa membentuk pembaca terus kalau mau menulis berita harus paham dulu media nya itu gimana. Sekarang, pembaca sangat bisa membentuk media, yang diperhatiin itu ibaratnya respon netizen gimana ya setelah berita ini di publish,” jelasnya .

Lanjutnya, Zen juga menyampaikan bahwa sebuah media tidak hanya sekedar sumber informasi dan pengetahuan saja. “Media itu tidak seperti dulu, yang menganggap berita itu sekadar sumber informasi dan pengetahuan saja atau tidak hanya apa yang perlu diketahui saja, tetapi juga harus menarik, berguna dan bisa memanjakan mata,” sampainya.

Di akhir, Zen memberikan pernyataan penutup untuk seluruh peserta.

“Media sekarang lebih personal, seperti konsumen adalah produsen, produsen adalah konsumen. Tapi perluaslah diri kalian jadi produsen, dalam kondisi apapun berusahalah untuk jadi produsen. Dan iya, boleh jadi apa saja, yang penting jangan jadi pemalas,” tutupnya.

Tr : Siti Rifani & Sonya Mayrevi
Editor : Berry Sanjay

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Privilege dari Good Looking

Teropongonline, Medan – Berpenampilan menarik saat ini kerap