Jadi Pemateri Almamater 6, Era Purnama Sari Sampaikan Pentingnya Etika dan Hukum

Jadi Pemateri Almamater 6, Era Purnama Sari Sampaikan Pentingnya Etika dan Hukum

- in Kabar Kampus
64
0

Teropongonline, Medan-Era Purnama Sari, Wakil advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membahas materi tentang “Etika dan Hukum Jurnalisme Indonesia” pada Almamater 6.

.

Dalam materinya, Era mengatakan jika setiap profesi memiliki etika. “Setiap profesi pasti memiliki etika, seperti saya pengacara punya kode etik, begitupun jurnalis punya kode etik jurnalistik,” jelasnya.

.

Lanjutnya, ia menyampaikan betapa pentingnya etika dalam setiap profesi. “Etika itu penting sebagai suatu pembatasan secara moral agar terpercaya, semua profesi memilikinya untuk menjaga kehormatan profesinya. Karena dalam profesi pasti ada saja hal yang bisa disalahgunakan, misalnya para wartawan “bodrex” yang bermain pada pemberitaannya,maka harus ada batasannya,” sampainya.

.

Dalam pemaparan lainnya, ia menjelaskan bahwa setiap jurnalis tidak bisa asal dihukum, karena ada Undang-Undang (UU) Pers.

.

“Jurnalis itu subjek hukum, sehingga etika dan hukum harus jadi pegangannya. Ada hal tertentu yang berlaku bagi profesinya, ada aturannya, tidak bisa langsung dihukumi karena memiliki UU Pers. Jika kasusnya terkait pemberitaan, itu masih sengketa pers, hingga ketika itu masih sengketa pers masuk dalam proses etik,” paparnya.

.

Era juga menjelaskan, Jurnalis adalah profesi penting dalam Demokrasi. Jurnalis merupakan profesi penting dalam dalam demokrasi, jika tidak maka kebebasan pers tidak akan ada. Walau selalu ada ancaman, bukan berarti itu menjadi sesuatu yang membuat berhenti.

.

Sambungnya, dari pengalaman yang ditempuh seharusnya bisa menjadikan kita semakin kuat. “Pengalaman, strategi, dan langkah yang ditempuh harusnya bisa mengubah ancaman dan menjadikan kita semakin kuat, disisi lain kita lihat rezim lebih represif, hampir tidak ada kebebasan,” sambung Era.

.

Menanggapi hal itu, Bunga Yunielda, salah satu peserta dari LPM Ukhuwah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, mengungkapkan hal baru yang dia pahami dari materi.

.

“Materi ini sangat menarik, saya baru memahami bahwa masih banyak para wartawan yang belum memahami payung hukum profesi ini, padahal payung hukum inilah yang menjaga dan melindunginya,” ungkapnya.

.

Tambahnya, ia juga mengatakan jika wartawan mendapatkan suatu laporan dari oknum tertentu, maka mereka bisa melaporkan kasus tersebut ke dewan pers.

.

“Bahkan ketika wartawan mendapatkan laporan dari oknum tertentu akibat menjalankan tugasnya, mereka dapat melaporkannya ke dewan pers untuk melindunginya dari kasus hukum akibat profesi jurnalis ini,” tambah Bunga.

.

Selain itu, Charles Phitora, peserta dari LPM Pekat Tridharma Bandung, ia memberi harapannya pada pelatihan ini.

.

“Saya berharap pelatihan ini bisa untuk mewadahi pers mahasiswa yang ingin merasakan dan mengikuti PJTLN dengan materi yang didapat bisa menjadi ilmu wawasan yang baru untuk mengembangkan ilmunya di LPM masing-masing nantinya,” harapnya.

.

Tr : Siti Rifani
Editor : Mhd. Iqbal

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Adakan Diskusi, Kontras Sumut Ajak Pers Mahasiswa Peduli Isu HAM

Teropongonline, Medan-Organisasi Kontras Sumatera Utara mengadakan diskusi Hak