Bedah Film KPK The EndGame Bersama Dandhy Dwi Laksono

Bedah Film KPK The EndGame Bersama Dandhy Dwi Laksono

- in Kabar Kampus
52
0

Teropongonline,Medan-Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) lakukan Bedah Film KPK The EndGame bersama Dandhy Dwi Laksono selaku sutradara film dan pemateri pada webinar nasional di Almamater 6. Jumat, (23/07/2021).

.

Dalam penjelasannya, Dandhy mengatakan bahwa secara institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah tidak bisa diharapkan sejak revisi Undang-Undang (UU) KPK.

.

“Saat kami dengar ada 75 KPK yang disingkirkan kami sudah sadar sejak revisi UU KPK, ini barang sudah gagal. Secara institusi sudah tidak bisa diharapkan karena UU sudah berubah maka mereka akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bisa dipindahkankan kemana saja serta tidak istimewa dengan anggaran rutin yang menjadikannya sama seperti lembaga lainnya,” jelasnya.

.

Tambahnya, ia mengatakan lahirnya KPK karena sudah terbukti gagalnya birokrasi reguler. “Membalikkan KPK menjadi birokrasi reguler bagi saya adalah indikasi awal buat KPK tidak bisa berbeda lagi, karena birokrasi yang reguler sudah terbukti gagal, kejaksaan dan kepolisian sehingga lahirlah KPK,” tambahnya.

.

Dandhy juga menjelaskan bahwa latar belakang film ini bermula diambil dari 16 anggota KPK serta yang ikut Tes Wawancara Kebangsaan (TWK).

.

“Film ini merupakan advokasi KPK yang diambil dari wawancara bersama 16 anggota KPK serta peserta TWK, yang awalnya mereka anonim harus bernegosiasi dan tidak bisa muncul ke publik karena profesinya, namun sekarang berbeda. Hingga mereka menjadi orang-orang yang siap berkolaborasi buat the last battle, the end game,” sampainya.

.

Ia juga memaparkan bahwa proses pengerjaan film ini memakan waktu 3 Minggu dengan menyeleksi waktu yang panjang.

.

“Kalau untuk pengerjaan film itu 3 minggu, melakukan riset, wawancara maraton terhadap 16 orang, menyeleksi 20 jam rekaman yang tersimpan, lalu diputar dan membuatnya menjadi 2 jam dengan menyeleksi dengan betul, memilih yang menarik dan terakhir relevan. Setelah itu kami putar pertama kali di depan para narasumber sekalian untuk memastikan kembali pernyataannya,” paparnya .

.

Dandhy juga menyatakan bahwa TWK yang terlaksana itu merupakan pelecehan buat akal sehat kita semua.

.

“Bagaimana negara mendesain sebuah tes yang tidak relevan namun juga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) serta privasi. Wawancara yang anonim padahal buat ASN biasa bahkan Presiden serta Pejabat negara lainnya tidak akan mendapat tes seperti itu, maka saya pikir ini pelecehan buat akal sehat kita semua. Padahal KPK menangkap dengan modal surat bukan pistol,” sampainya .

.

Terakhir, harapnya film ini punya sebuah misi cadangan dan tidak terpancing propaganda yang digiring.

.

“Saya berharap ini punya misi cadangan untuk menegakkan kembali iktikad dan etika moral kita yang harus lebih tinggi dari aturan manapun dan walaupun film ini belum berdampak dengan 75 orang yang masih di luar sistem setidaknya opini publik serta propaganda sudah berubah, seperti taliban atau segala macam tidak ada lagi yang percaya,” ujarnya.

.

Tr : Siti Rifani
Editor : Berry Sanjay

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Adakan Diskusi, Kontras Sumut Ajak Pers Mahasiswa Peduli Isu HAM

Teropongonline, Medan-Organisasi Kontras Sumatera Utara mengadakan diskusi Hak