Soal “The King Of Lip Service”, Aktivis Ormawa UMSU Angkat Bicara

Soal “The King Of Lip Service”, Aktivis Ormawa UMSU Angkat Bicara

- in Kabar Kampus
242
0

Teropongonline, Medan-Aktivis Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) turut menanggapi polemik konten “The King of Lip Service” pada unggahan instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia.

.

Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) UMSU, Dolly Siregar memberi tanggapan mengenai persoalan tersebut. Ia mengatakan BEM UI memiliki landasan yang jelas dalam membuat konten tersebut.

.

“Sebutan BEM UI kepada Presiden sebagai “The King of Lip Service” itu, ya kita bisa lihat, mereka membuat itu tidak mungkin tanpa ada landasan yang jelas, hal itu terjadi ya karena Presiden sendiri,” ucapnya saat diwawancarai pada Selasa, (29/06/2021).

.

Tambahnya, ia mengatakan apa yang dikatakan Presiden tidak sesuai dengan kenyataan dan seperti adanya pola screening. “Apa yang dibilang Presiden tidak sesuai, contoh memperkuat KPK tapi kenyataannya KPK seperti dilemahkan, seperti ada pola screening, jadi kalau ada kasus-kasus besar penyidik – penyidiknya diberhentikan,” tambahnya.

.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Faperta UMSU, Ardi Juliansyah Putra Lubis juga mengatakan hal yang serupa, bahwa persoalan itu berdasarkan data dan fakta.

.

“Perihal mengenai The King of Lip Service, persoalan yang dibuat oleh anggota BEM UI ini sebenarnya berdasarkan data dan fakta, tetapi dari pihak istana mengatakan tidak berdasarkan data dan fakta,” ujarnya.

.

Menanggapi hal itu, ia juga mengatakan mendukung aksi tersebut dan juga harus bijak dalam berpendapat. “Saya selaku anak organisasi tentu mendukung apa yang telah dilakukan BEM UI sebagai kritikan yang mendalam, sesuai dengan obral janji Presiden yang banyak, tetapi pengaplikasian didalam kehidupan realita hanya sebagian terlaksana. Namun kita juga harus bijak dalam menggunakan hak berpendapat,” ungkapnya.

.

Thoha Aziz Syahputra sebagai Ketua Umum PK IMM FISIP juga menanggapi tentang bagaimana seharusnya mahasiswa dapat berpendapat.

.

“Seharusnya kita tidak perlu mempermasalahkan bagaimana kebebasan kita bependapat sebagai mahasiswa, karena itu sudah diatur dalam UUD tentang kebebasan berpendapat dan hal tersebut sebenarnya menjadi pelindung bagi kita para mahasiswa yang menyampaikan pendapatnya kepada khalayak luar,” ungkapnya.

.

Terakhir, Malik Vanedi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMSU yang menjabat sebagai Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Medan mengajak untuk saling mendukung sesama mahasiswa secara moral dan dukungan lainnya.

.

“Sah-sah saja ketika BEM UI mengatakan Jokowi The King of Lip Service, sebab kebanyakan janjinya dari pada buktinya. Maka dalam hal ini Kita harus mendukung mereka sebagai sesama mahasiswa, baik dukungan moral ataupun dukungan lainnya. Sebab ini tugas kita bersama, bukan hanya tugas BEM UI,” harapnya.

.

Tr : Annisa Alivia
Editor : Mhd. Iqbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan