Catcalling Bukan Semata Canda

Catcalling Bukan Semata Canda

- in Artikel
51
0

Teropongonline, Medan-Sebagai perempuan, pernah gak sih kamu dipanggil, dikomentari atau digoda oleh pria ketika sedang berada di jalan?

Ya, seperti “Hai, cewek.. Sini kenalan yuk”
“Cantik, mau kemana?”
“Senyum dong”
“Assalamualaikum Cantik.. suit suit”.
Kalimat-kalimat diatas biasanya diselingi dengan gerakan atau ekspresi mesum yang tentu saja mengakibatkan ketidaknyaman bagi kita yang menjadi korban.

Jika kamu pernah mengalaminya, maka ketahuilah bahwa tindakan tersebut adalah pelecehan seksual berbentuk Catcalling. Catcalling adalah kekerasan verbal yang biasanya dilakukan oleh pria kepada perempuan yang lewat dihadapannya.

Kaum pria mungkin menganggap bahwa panggilan-panggilan itu hanya sebuah keisengan saja. Apalagi mereka melakukannya secara spontan, sambil tertawa-tawa, dan tidak jarang mereka melakukannya pada perempuan yang bahkan tidak dikenal. Setelah melakukannya, mereka segera melupakannya.

Padahal apa yang mereka lakukan itu sudah termasuk pelecehan di jalan. Para perempuan yang mengalaminya tidak menganggap hal demikian ini sebagai sesuatu yang lucu, ataupun menghibur, yang ada rata-rata korban akan risih dan jengkel ketika diperlakukan seperti demikian.

Meski tidak disentuh secara fisik, catcalling memberikan pengaruh negatif yang cukup besar pada perempuan diantaranya :

Berdampak terhadap kondisi psikis seseorang. Karena nya, seorang perempuan bisa mengalami self objection yang menyebabkan seseorang melihat dirinya sebagai objek. Kalau sudah begini, rasa percaya diri seseorang bisa terpengaruh.

Muncul perasaan ‘terancam’ ketika perempuan berada di tempat umum yang bahkan banyak orang di sekitarnya.

Perempuan menerima bahwa dirinya hanyalah objek, bukan perempuan yang berhak bersuara atas keinginannya sendiri.

catcalling juga bisa menimbulkan trauma pada korbannya. Misalnya, jadi takut keluar rumah sendiri, takut menaiki angkutan umum, takut bertemu dengan orang-orang baru, dan masih banyak lagi. 

Korban pelecehan yang takut melawan karena berbagai alasan, biasanya memendam kekesalannya dan berdampak pada kesehatan mental seperti gelisah, stres, hingga trauma bahkan depresi.

Oleh karena itu, sebagai pria yang bermoral dan berpendidikan, akan sangat terhormat jika menghindari tindakan seperti diatas. Dan untuk perempuan, mulailah belajar untuk berani melawan atau berani speak up terhadap pelecehan sekecil apapun.

Tr : Anggi Syafitri
Editor : M. Rafizal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali