Pentingnya Komitmen Ke Bermanfaat untuk Pemuda bagi M. Daffa Warsyahdhana

Pentingnya Komitmen Ke Bermanfaat untuk Pemuda bagi M. Daffa Warsyahdhana

- in Ragam
195
0

Teropongonline, Medan-Pria yang selalu menebarkan senyuman dengan paras yang rupawan ini terlihat seperti pemuda pada umumnya. Namun siapa sangka, di balik paras rupawannya, ia memiliki hati yang mulia dan semangat yang pantas untuk dibanggakan. Begitulah sosok Muhammad Dava Warsyahdhana, pemuda dengan segudang prestasi dan kontribusi. Ia pendiri Kita Pertanian dan content creator Filosofi Padi, sebuah platform yang membantu untuk mensejahterakan dunia pertanian.

Pemuda kelahiran Tanjung Morawa, 19 Desember 1999 ini akrab disapa Dava. Saat ini sedang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Berawal dari keresahan terhadap dunia pertanian yang kerap kali tidak mendapat perhatian lebih menjadi alasan Dava menekuni jurusan pertanian. Baginya, Indonesia tidak kalah penting posisinya di mata dunia dalam dunia pertanian.

Saat ini pencapaian terbaik yang layak dibanggakan dari sosok Dava yaitu Gajura SPD. Sebuah inovasi yang sangat bernilai dan bermanfaat. Gajura SPD ini merupakan sebuah minuman probiotik hasil fermentasi susu kerbau ditambahkan daun stevia yang menjadi khas penemuan ini. Gajura SPD ini berhasil mendapat 3 penghargaan sekaligus di World Invention and Innovation Contest (WIC) Seoul, Korea Selatan. Gajura SPD layak diminum bagi penderita diabetes sebab menggunakan daun stevia sebagai pemanis sehingga menjadi nilai lebih penemuan ini bila dibandingkan dengan minuman probiotik lainnya.

Terdapat hal yang unik dan menarik dari sebuah nama Gajura SPD. Gajura SPD ini diambil dari nama daerah Dava yaitu Galang Tanjung Morawa Serum Probiotik Drink. Penemuan ini berawal dari keresahan Dava terhadap sumber daya alam yang melimpah namun dihargai sangat murah di daerah dimana ia tinggal.

Melalui penemuannya, Dava berhasil mewujudkan mimpinya dan memberikan kontribusi serta manfaat untuk daerahnya. Dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di daerahnya akan sangat membantu untuk mendorong kemajuan daerahnya. “Mulai dari hal terkecil dan terdekat, yaitu rumah kita. Maka Insyaallah, Allah akan meluruskan jalan kita,” ungkap Dava.

Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian USU, Prof Hasnudi, menyatakan bahwa terkait prestasi anak didiknya dalam ajang internasional tersebut, maka USU akan memberikan penghargaan. Selain itu mereka juga akan semakin dilatih untuk mempertajam visi dan kemampuan untuk inovasi-inovasi berikutnya. Sementara produk Gajura SPD itu kini tengah dipatenkan dan kemungkinan akan diproduksi.


Muhammad Dava Warsyahdhana saat berada di Seoul, Korea Selatan. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Penelitian produk tersebut mereka lakukan selama tiga bulan. Dari segi penelitian, pernah mendapatkan juara 1 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Semasa menjadi mahasiswa Pertanian, Dava telah aktif dalam setiap kegiatan nasional hingga internasional dan berhasil mendapat penghargaan di setiap kegiatan. Beberapa kegiatan yang telah ia ikuti adalah Juara 1 Pekan Ilmiah Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) 2018 di IPB Bogor, Juara 2 Pekan Ilmiah Sriwijaya (PIS) 2018 di UNSRI Palembang, Juara 3 Business Plan Competition (BPC) 2019 di UNAND Padang, Juara 1 Tanjungpura Medical Scientific Competition (TMSC) 2019 di UNTAN Pontianak, Silver Medal International Festival of Innovation On Green Technology (I-FINOG) 2019 di Universiti Pahang Malaysia, Gold Medal World Invention and Innovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, First Grade Excellent World Invention and Innovation Contest (WIC) 2019 di Seoul, hingga Special Award From Asia Invention Creativity World Invention and Innovation Contest (WIC) 2019 di Seoul.

Setelah berhasil mengikuti berbagai kegiatan nasional dan internasional, Dava tidak berhenti sampai di situ. Kini Dava terus mengembangkan sayap mimpinya, yaitu bergerak di ranah sosial. Dalam pandangan Dava bahwasanya Indonesia kaya akan sumber daya alam dan manusia namun pengolahan dan pengarahan yang belum tepat.

Sebuah harapan dan keyakinan penuh yang dipercaya Dava bahwa setiap orang itu memiliki nurani untuk bermanfaat bagi sekitar. Komitmen kebermanfaatan sebuah kata yang menjadi janji dan landaskan bagi sosok Dava. “Jadikan apa yang kita dapat hari ini, semua ini sementara, dan akan tergantikan maka berjanji dalam diri untuk memberikan manfaat meneruskan kebermanfaatannya. Sebab sejatinya setiap masa ada orangnya maka ketika kita ada pada masa ini carilah penerus untuk menyebarkan kebermanfaatan,” jelas beliau.

Tips dari seorang Dava dalam meraih kesuksesan dan tetap menebar kebermanfaatan adalah kita harus membuat tujuan dan target di dalam setiap kehidupan kita, Dava sendiri sering kali menulis tujuan dan targetnya di catatan yang ada di hpnya selain itu juga ia menulis hal yang harus dikerjakannya dan manfaat apa yang harus dilakukannya. Tidak hanya itu tips dari Dava dalam meraih kesuksesan adalah terus semangat dan komitmen dalam mengerjakan sesuatu hal dan harus pantang menyerah.

Begitulah Muhammad Dava Warsyahdhana dikenal, walaupun di usia yang sangat muda, beliau menjadi sosok yang layak untuk dijadikan teladan bagi setiap generasi muda saat ini untuk menciptakan inovasi baru demi kebaikan dan kesuksesan masa depan.

Penulis : Circle Publisher

Penulis merupakan mahasiswa USU dan tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan