Virus Corona Pukul Telak Profesi Jurnalistik di Tengah Pandemi Covid-19

Virus Corona Pukul Telak Profesi Jurnalistik di Tengah Pandemi Covid-19

- in Terkini
140
0

Teropongonline, Medan-Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto Universitas Negeri Padang laksanakan Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Dasar (PKJTD) secara daring, dengan tema “Menciptakan Jurnalis Muda yang Kritis dan Kreatif di Era New Norma”, Sabtu (8/05/2021).

Pelatihan terbuka untuk anak magang SKK Ganto dan umum, mengundang dua pemateri di bidang jurnalistik. Sesi pertama dibawakan oleh Mardho Tilla selaku Assignment Editor CNN TV dengan materi Keredaksian dan sesi kedua dibawakan oleh Tio Furqan Pratama selaku Pewarta Foto Haluan dengan materi Foto Jurnalistik.

Sesi pertama diawali dengan mengenal kode etik jurnalistik yang dibawakan oleh pemateri pertama Mardho Tilla. Menurutnya, sebelum jauh mengenal keredaksian jurnalistik, peserta perlu memahami tentang kode etik jurnalistik.

Tidak hanya membahas keredaksian jurnalistik. Pada sesi tanya jawab salah seorang peserta bertanya seputar kondisi perusahaan media di tengah pandemi.

“Apakah dengan adanya pandemi Covid-19, perusahaan media terkena dampak buruk atau malah mendapatkan keuntungan? Lalu apakah wartawan sempat memiliki rasa takut terjun langsung mencari informasi kak?” tanya Apni Yuan peserta magang SKK Ganto.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mardho Tilla membagikan kisahnya sebagai jurnalis di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan penutupan, termasuk media juga. Saya ada informasinya, yang saya tahu ada beberapa media yang tutup dan PHK selama pandemi Covid-19,” kata Mardho.

“Seperti media Tempo yang melakukan pengurangan karyawan bahkan media Jakarta post juga melakukan pengurangan karyawan sebanyak 75%. Itu karena hasil pengoperasian media habis hanya untuk karyawan saja,” tutur Mardho.

Mardho Tilla juga mengatakan bahwa medianya tidak sampai mengalami pengurangan karyawan maupun pemotongan gaji.

Selain menjelaskan dampak pandemi Covid-19. Dia juga memaparkan kondisi-kondisi wartawan yang tidak baik-baik saja dalam melakukan tugas jurnalistiknya di tengah pandemi.

“Wartawan di tengah pandemi tentu mengalami ketakutan. Tidak hanya itu, kondisi sekarang ini juga mengganggu pekerjaan reporter, terkadang narasumber dari pemerintah menolak wawancara dengan alasan jaga jarak,” ujarnya.

“Ada juga wartawan yang menolak untuk liputan, apalagi di Jakarta ya virus itu sudah seperti debu. Jadi, waktu itu ada wartawan yang diminta liputan ke atlet wisma, mereka memilih menolak. Bahkan sahabat kami ada yang meninggal karena terpapar Covid-19,” tutur Mardho menggambarkan kondisi profesinya kini.

Hal tersebut juga dirasakan jurnalis kampus Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Ia mengatakan kesulitan memasuki kampus yang dibatasi.
“Ya, saya juga ikut merasakan dampak Covid-19 ini. Sebagai jurnalis kampus karena pandemi ini jadi lebih susah keluar masuk kampus juga terbatas untuk meliput berita,” ujarnya saat diwawancarai tim LPM Teropong.

Usai sesi tanya-jawab, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan bedah karya anak magang SKK Ganto UNP. Setelah itu, Sesi pertama bersama Mardho Tilla diakhiri dengan foto bersama secara daring.

Tr: Venny Eriska

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan