Kepribadian Ganda

Kepribadian Ganda

- in Artikel
177
0

Teropongonline, Medan-Kepribadian ganda atau Dissosiative Identity Dissorded (DID) merupakan penyakit mental atau gangguan kejiwaan yang menyebabkan kurangnya koneksi antara pikiran, ingatan, perasaan, tindakan, dan jati diri seseorang.

Kepribadian ganda umumnya disebabkan oleh pengalaman traumatis yang terus Berulang-ulang dan terjadi di masa kanak-kanak. Pengalaman ini bisa berupa penganiayaan, pelecehan secara fisik dan emosional, pola asuh orangtua, bencana alam dan peperangan. Gangguan kepribadian ganda ditandai dengan munculnya dua atau lebih kepribadian baru dengan gejala yaitu, perubahan identitas yang berbeda memiliki usia, jenis kelamin, atau ras sendiri.

Masing-masing memiliki postur, gerak tubuh, dan cara bicara yang berbeda, yang sering kali disebut “alter ego”. Contohnya adalah, seseorang dengan pribadi yang ramah dan lemah lembut, berubah menjadi kasar ketika “alter ego” Nya mengambil alih tubuhnya.

Gejala lain dari gangguan kepribadian ganda berupa sakit kepala, amnesia yaitu melupakan kejadian tertentu, dan melupakan kejadian tentang masa kecil, dan tidak sadarkan diri (blackout).

Berikut beberapa cara mengenali orang yang mengalami gangguan kepribadian ganda :

  1. ​kamu melihat perubahan suasana hati dan perilaku yang tiba-tiba berbeda.
  2. ​tidak mengingat apa yang dia katakan dan lakukan beberapa menit sebelumnya.
  3. ​tidak mengingat waktu dengan jelas.

Dilansir dari www.webmd.com gangguan kepribadian ganda juga diikuti oleh beberapa gangguan kejiwaan lainnya yaitu :

  1. ​Depresi
  2. Perubahan suasana hati
  3. Kecenderungan bunuh diri
  4. Gangguan tidur (insomnia, dan sleep walking)
  5. Kecemasan, serangan panik, dan fobia.
  6. ​Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
  7. ​Halusinasi pendengaran dan visual
  8. Gangguan Makan.

Menurut Dr. David Spiegel, gangguan kepribadian ganda memiliki peluang sembuh yang besar jika dilakukan pengobatan yang tepat seperti melakukan perawatan psikoterapi, yang mungkin sangat sulit karena melibatkan pengalaman teraumatis masa lalu. Selain itu ada dua terapi yang umum dilakukan, yaitu terapi prilaku kognitif dan dialektis. Serta hipnosis yang juga terbukti membantu dalam pengobatan.

Tr : Yowana Fadhillah

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)