Menelisik Fenomena Anti Orang Asia Di Amerika

Menelisik Fenomena Anti Orang Asia Di Amerika

- in Artikel
261
0

Teropongonline, Medan-Pada saat ini tumbuh kembali sikap rasisme di negara barat khususnya Amerika. Dicatat oleh lembaga swadaya masyarakat (NGO) Stop Asian Americans And Pacific Islander Hate dari tahun 2020 sampai 2021 berupa insiden diskriminasi, kebencian, ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain terhadap Asia-Amerika dan orang kepulauan pasifik di Amerika. Kejahatan tercatat sejak tahun 2020  sampai tahun 2021 berjumlah 3.795 kasus.  Pada fenomena ini pada gender wanita mendapat insiden kebencian 2,3 kali lebih banyak dari pria, secara etnis Tionghoa menjadi kelompok terbesar yang melapor, diikuti oleh etnis Korea , Vietnam dan Filipina.

 
Insiden kebencian terjadi pada semua golongan usia, bentuk insiden berupa pelecehan verbal, pelecehan online, serangan fisik pelanggaran hak sipil dan pengucilan. Laporan ini merupakan gambaran kecil dari berbagai insiden sentimen anti  orang asia dan pasifik di Amerika. Fenomena anti orang asia di Amerika bermula dari munculnya pandemi corona virus pada awal tahun 2020 yang dikabarkan pada saat itu pertama kali muncul di kota Wuhan Tiongkok. Kemunculan kasus penyebaran virus corona di kota Wuhan tersebut menjadi awal penyebab munculnya insiden sikap rasisme orang Amerika terhadap orang Asia dan Pasifik khususnya etnis Tiongkok.

 
Insiden rasisme itu di perparah oleh sikap sentimen anti China (Tiongkok) presiden Amerika pada saat itu yang menyebut virus corona sebagai virus China. Sikap sentimen Donald Trump tersebut  memicu meningkatnya stigmatisasi terhadap orang keturunan Asia di negara Amerika hingga dunia barat.


Apakah fenomena sikap anti orang Asia ini merupakan peristiwa baru?
ternyata bila kita baca dalam sejarahnya, fenomena anti orang Asia ini bukan merupakan hal yang baru, fenomena saat ini merupakan dampak dari rangkaian panjang sejarah rasisme orang Amerika dimasa lalu.


Dilansir dari CNN Indonesia jejak kekerasan dimulai pada masa civil war, imigran keturunan Tiongkok mulai berdatangan dan menetap di Amerika Serikat dalam jumlah signifikan sekitar 1850-an. saat itu sebagian besar dari mereka tinggal di California dan negara bagian Amerika Serikat sebelah barat.


Saat itu, sebagian besar imigran China bekerja dipertambangan dan konstruksi jalur kereta api. permintaan buruh untuk melakukan pekerjaan berbahaya dibidang konstruksi dengan upah minim sangat tinggi. para imigran China bersedia memenuhi kebutuhan pekerja tersebut. Sejak itu, kiasan bernada rasisme bahwa orang Asia datang untuk mencari pekerjaan warga kulit putih santer terdengar.


Sentimen anti-Asia saat itupun terus mendarah daging di sebagian besar warga Amerika, bahkan hingga ke ranah pemerintahan. pada tahun 1854, Mahkamah Agung California memutuskan keturunan Asia tidak dapat bersaksi melawan kulit putih dipengadilan. Keputusan itu sedikit banyak menjadikan “jaminan” orang kulit putih dapat dengan mudah lolos dari hukuman atas kekerasan terhadap orang asia yang dilatar belakangi rasa benci dan tindakan rasial.


Undang-undang diskriminatif kesengsaraan ekonomi pada tahun 1870-an semakin memperkuat sentimen anti-Asia di Amerika. saat itu, keturunan Asia kerap menjadi kambing hitam terhadap situasi sosial dan ekonomi dinegeri Paman Sam.


Pada 1882, kongres Amerika mengeluarkan Undang-Undang Pengecualian Tionghoa atau Chinese Exlusion Act. UU itu melarang imigran China masuk ke Amerika Serikat selama 10 tahun Undang-Undang itu berlaku setidaknya hingga lebih dari 60 tahun sebelum dicabut pada tahun 1943.


Penyebaran Wabah Cacar
Dilansir dari bbc indonesia cacar adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia. Pada abad ke 20 saja, cacar setidaknya membunuh setidaknya 300 juta orang. Penyakit ini sangat menular dan bias menyebar melalui percikan mulut atau hidung seseorang yang terinfeksi virus dihirup oleh orang-orang disekitarnya. Percikan virus variola inilah yang kemudian membuat orang lain tertular. Cacar termasuk penyakit kuno dan diketahui sudah ada sejak 3.000 tahun yang lalu. Bukti fisik paling awal ditemukan pada mumi raja mesir yang meninggal dunia pada 1157 sebelum masehi.


Penyakit ini dibawa para pedagang dari mesir ke India pada millennium pertama sebelum masehi. Dari sana, cacar menyebar ke China pada abad pertama setelah masehi. Penyakit ini masuk ke Eropa oleh tentara perang salib pada abad ke 11 dan 12.


Penyebaran Wabah Cacar di Amerika Serikat
Pada tahun 1492 salah seorang anggota penjelajah dari Spanyol yang dipimpin oleh Christopher Columbus, melihat sebuah pulau dikawasan Amerika yang kemudian dikenal dengan nama San Salvador. Setelah mendarat sebentar, Columbus bertemu dengan sekelompok penduduk asli yang kemudian dikenal dengan Indian. Sebutan Indian terhadap semua penduduk Amerika tersebut menyebar ke seluruh Eropa Barat sehingga semua penjelajah Eropa menyebut semua penduduk asli Amerika itu sebagai orang-orang Indian.


Setelah kedatangan Columbus tersebut, ribuan penjelajah eropa menyusulnya dan mendarat serta bermukim diberbagai kawasan Amerika yang disebutnya sebagai New World atau daerah baru. Kedatangan orang-orang Eropa ke Amerika diduga sebagai penyebab masuknya virus cacar ke Amerika. Bangsa Amerika Serikat yang di dominasi oleh ras berkulit putih yang berasal dari Eropa menganggap bahwa orang Asia merupakan pembawa penyakit.


Fenomena rasisme ini kembali muncul akibat dari pergulatan geopolitik antara China dengan Amerika. Diawali perang dagang antara Amerika dan China diimplementasikan melalui kebijakan ekonomi kedua negara yang satu sama lain saling menekan. Amerika berupaya menekan kemajuan pertumbuhan ekonomi China yang pesat dan hegemoni China dikancah perpolitikan dunia.


Amerika merasa tersaingi oleh hegemoni China dikancah perpolitikan dunia dan tidak ingin dikalahkan oleh China. Apalagi Tren kemajuan perekonomian yang diprediksi oleh para ahli ekonomi dunia mengarah kepada negara-negara Asia seperti negara China, Jepang dan Korea bahkan negara Asia lainnya. Kemajuan perekonomian negara-negara Asia tersebut diprediksi menimbulkan kekhawatiran bangsa barat bahwa mereka akan tergeser dari hegemoni yang selama ini mereka duduki.


Akibat fenomena ini semakin menambah persoalan dunia yang kompleks dan rumit. Fenomena ini berpotensi mengakibatkan menyebarnya konflik ras di dunia yang saat ini sedang dialami oleh beberapa negara Afrika seperti Namibia, Zimbabwe, Angola, Chad, Libya Sudan dan Uganda serta Asia seperti Myanmar (Burma) dan China. Fenomena rasime di Amerika tersebut apabila tidak segera dihentikan bakal menyebar negara-negara lain bahkan adanya serangan balasan orang-orang asia terhadap orang Amerika di Asia, fenomena tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu perdamaian dunia. Oleh karena itu diperlukan tindakan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menghentikan peristiwa rasisme di suatu negara khususnya Amerika dengan menjebatani perdamaian antar bangsa.

sumber : Ihza Mahendra (Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU/Kader KAMMI)

sumber foto : Shutter Stock

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan