Apa itu Dysania ?

Apa itu Dysania ?

- in Artikel
120
0

Teropongonline, Medan-Mungkin diantara kalian ada yang susah bangun pagi atau terlalu nyaman sehingga malas untuk pergi dari kasur.
Hal tersebut bisa jadi kamu terkena Dysania

Dysania bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu. Dysania akan membuat seseorang enggan beranjak dari tempat tidur karena merasa lelah. Dysania bisa disebabkan oleh berbagai macam hal dan salah satunya adalah depresi.

Disebutkan bahwa Dysania berkaitan dengan depresi. Sebab, gangguan psikis tersebut memicu rasa sedih mendalam yang berlarut-larut sehingga tubuh menjadi lelah berlebihan serta kehilangan energi dan minat untuk beranjak dari tempat tidur.

Pada mereka yang depresi, terkadang tempat tidur memang dianggap sebagai tempat paling nyaman sehingga enggan untuk beranjak meninggalkannya, meski alarm telah berbunyi berkali-kali. Mereka bukan malas tetapi merasa “berat” untuk meninggalkan tempat tidurnya, walaupun sudah terbangun sejak satu atau dua jam sebelumnya.

Dysania Berbeda Dengan Malas

Jangan salah sangka, Dysania bukanlah malas. Malas merujuk pada suatu sikap dan anda punya pilihan untuk memperbaikinya. Sementara anda tidak dapat memilih untuk memiliki Dysania atau tidak.

Meski belum disahkan sebagai kondisi medis, Dysania merupakan kondisi yang serius yang tak boleh disepelekan. Pasalnya, Dysania mungkin saja menjadi gejala dari gangguan kesehatan tertentu.

Dysania sejatinya lebih tepat disebut sebagai gejala daripada penyakit. Berikut sederet gangguan medis yang dapat memicu kondisi ini:

  1. Depresi

Ketika seseorang mengalami depresi, ia akan merasa lelah, mudah sedih, dan kehilangan semangat. Untuk melakukan hobi yang dulunya sangat disukai saja, akan terasa sangat berat. Hal-hal inilah yang membuat aktivitas sesederhana bangun dari kasur pun menjadi amat sulit.

2. Sindrom Kelelahan Kronis

Orang dengan sindrom kelelahan kronis sangat mungkin untuk mengalami Dysania. Sindrom ini ditandai dengan rasa lelah yang teramat parah, dan tidak membaik meski telah istirahat. Tak heran jika penderita merasa tumbang pada pagi hari, dan tidak kuat untuk bangun dari kasur.

3. Sleep Apnea

Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang membuat pernapasan terhenti selama beberapa detik, dan beberapa kali selama tidur. Penderita sering terbangun pada malam hari untuk menggapai atau menghirup udara. Alhasil, tidur pun menjadi tidak nyenyak dan muncul kelelahan serta dysania pada keesokan paginya.

4. Anemia

Anemia atau kekurangan sel darah merah dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan tingkat energi anda. Saat pasokan energi menukik turun, tubuh pun otomatis menjadi lemas. Tak heran bila timbul Dysania di pagi hari.

5. Penyakit Jantung

Salah satu gejala dari penyakit jantung adalah rasa lelah yang membuat penderita tidak bisa berfungsi secara normal. Rasa selalu ingin tidur juga bagian dari keluhan gangguan medis ini.

6. Diabetes

Perubahan kadar gula darah, komplikasi diabetes, dan stres akibat komplikasi dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Kondisi ini kemudian dapat berujung pada dysania.

Tentu saja hal ini sangat mengganggu aktifitas anda, meskipun tidak ada pengobatan medis atau penyembuhan bagi mereka yang menderita Dysania, ada beberapa langkah kecil yang dapat dicoba untuk mengurangi gejalanya, seperti berikut:

  1. Pakai aplikasi siklus tidur

Coba untuk gunakan aplikasi siklus tidur. Hal ini bisa membantumu untuk melihat apakah siklus tidurmu benar-benar kurang, atau malah berlebihan. Maka dari itu, nantinya kamu akan mulai menyadari apakah selama ini kamu tidur karena kelelahan, atau karena gejala Dysania.

2. Tidur jauh lebih awal dari biasanya

Ketika kamu terbiasa tidur tengah malam, coba untuk majukan waktu tidurmu satu jam lebih awal. Hal ini dapat menghindari gejala Dysania berlangsung secara berkepanjangan.

3. Gunakan alarm yang berbeda

Jika kedua hal tadi benar-benar tidak bisa membuatmu terbangun dari tempat tidur. Coba untuk pasang alarm yang berbeda. Sebisa mungkin, jauhkan alarm dari tempat tidurmu agar membantu kamu untuk segera beranjak dari tempat tidur.

Ingat Dysania bukanlah penyakit melainkan gejala dari kondisi medis tertentu, jadi Dysania bukanlah malas. Malas merujuk pada suatu sikap dan Anda punya pilihan untuk memperbaikinya. Adapun kondisi medis dan cara untuk penyembuhannya sebagai yang sudah dijelaskan diatas, semoga bermanfaat bagi anda.

Tr: Atikah Khairunna
Sumber foto : pinterest

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan