KIP-Kuliah dan Kesempatan Ke-3

KIP-Kuliah dan Kesempatan Ke-3

- in Dunia Sastra
112
0

Pertama kalinya aku gagal kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) yang dimana waktu itu aku ingin mengambil Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Program Studi Manajemen Dakwah, dan untuk kedua kalinya aku gagal di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Aku memilih  Fakultas Bahasa dan Seni, dengan program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan saat itu KIP-KULIAH adalah jalurnya. Namun karena niat ku tulus ingin kuliah, usaha dan perjuangan terus kurakit dan do’a yang senantiasa ku panjatkan. Allah memberiku kesempatan untuk yang ke-3 kalinya.

Dan setelah aku gagal 2 kali aku tidak percaya diri untuk bisa kuliah di Medan, aku memilih untuk melanjutkan kuliah nanti saja di tahun mendatang dan untuk saat ini aku memutuskan untuk mengajar saja. Namun itu lah kuasa Allah, Allah punya rencana terindah untuk hambanya. Pak Jody memberi tahu ku bahwa ada beasiswa kuliah di Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU), kebetulan Pak Jody adalah pendamping PKH ibu ku. Berawal dari uang PKH ibuku gagal cair, dari situlah kami tahu kalau pak Jody adalah pendamping PKH.

Dia menawarkan ku untuk kuliah di UMSU jalur KIP-Kuliah PKH. Aku pun senang, bergegas aku tanyakan seputar beasiswa tersebut kepada beliau. Tak mudah jalannya, banyak hambatan dan kendala yang aku hadapi. Suka maupun duka yang ku jalani saat mendaftar dan mengurus beasiswa KIP-KULIAH tersebut. Aku hampir ingin menyerah untuk yang ke-3 kalinya. Namun aku mengingat aku pernah gagal 2 kali dan aku tak ingin gagal untuk yang ke-3 kalinya, aku ingin berhasil.

Banyak orang yang mendukung ku di saat aku berproses meraih keberhasilan itu salah satunya adalah Ibu Ida beliau adalah ketua kelompok PKH. Saat itu aku bertemu dengannya di jalan dan menghampirinya seraya mengatakan:

 “Bu, aku lelah mendaftar dan mengurus berkas KIP-Kuliah ini rasanya aku ingin mundur saja” ucap ku.

Namun Bu Ida mengatakan “Loh, kenapa begitu? apapun rintangannya apapun tantangannya jangan menyerah kamu harusnya bersyukur dengan beasiswa ini. Jarang loh ada beasiswa seperti ini, kamu harus semangat kamu harus kuat, kamu harus bawa nama baik kelurahan kita”. Ujar Bu Ida.

Dari motivasi Bu Ida lah, aku teruskan perjuangan ku hingga pada akhirnya aku menyelesaikan pendaftaran dan mengantarkan berkas ku ke Kantor Dinas Sosial. Aku telah mengetahui kantor DinSos tersebut karna aku pernah mengikuti pelatihan di Kantor Dinas Pendidikan dan kantor tersebut bersebelahan.

Beberapa minggu kemudian, setelah pengantaran berkas tersebut aku pun dinyatakan lulus seleksi dan kemudian harus daftar ulang. Ada banyak kendala ketika hendak mendaftar ulang antara mendaftar secara online atau langsung ke Medan. Aku sempat bingung, namun aku istiqamahkan dan aku memutuskan untuk daftar ulang langsung ke Medan di Kampus UMSU.

Akhirnya tibalah saatnya aku di kampus UMSU, dan aku pun bergegas mendaftar. Aku bingung mencari ruangan dan berlari kesana-kemari. Hingga pada akhirnya, aku menemukan ruangan tersebut. Selesai daftar ulang, aku pun di beri Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai bukti bahwasanya aku sudah menyandang status sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Aku bersyukur dengan kesempatan ini.

Aku memetik hikmah dari kegagalan itu.

Aku berterima kasih kepada orang-orang yang ada disaat aku berproses meraih sukses. Ibu ku, kakak-kakak ku, adik ku, Pak Jody, Ibu Ida, Pak Andra, Ibu Norma dan Ibu Lely “terima kasih telah mendukung”.

Tr : Suli Anggriani Siahaan

Sumber foto : pinimg.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali