Aintizar

Aintizar

- in Dunia Sastra
79
0

“Percayalah rencana allah jauh lebih baik dibanding rencanamu sendiri ”

5 tahun lalu adalah pertama kali aku bertemu denganmu dan kenal denganmu.

Dari suatu organisasi yang kita ikuti yaitu pramuka.tepatnya waktu kita sama-sama kelas 9

Aku tak pernah menyangka pertemuan kita akan menimbulkan sebuah rasa yang lama

Satu tahun kita mengenal dan saat itu hanya teman biasa. Hanya sebatas teman dalam pramuka.

Bahkan kita juga jarang berbicara berdua.

1 tahun setelah lulus kamu pergi ke jawa untuk melanjutkan pendidikanmu.

Ya kamu pergi ke jawa untuk masuk salah satu pesantren disana.

Hingga pada akhirnya setelah 1 tahun kamu kembali ke kota ini.

Tiba-tiba kamu menchat aku seperti kamu ingin bersamaku.

Awalnya aku tidak menganggap serius karena aku berfikir itu hanya sebuah candaan.

Tetapi ternyata kamu serius.tapi sayangnya kamu harus balik ke jawa sebelum kita bertemu.

Dan dia sempat berpamitan denganku dari chat.

1 tahun sudah berlalu diapun kembali pulang ke kota ini . dan akhirnya kami bertemu.

Tepatnya bulan puasa karena anak pramuka alumni mengadakan buka bersama.

Dia menchat aku dan bilang “ ca datang ya arham pgen ketemu ica”

Akhirnya aku datang dan itu adalah pertama kali kami bertemu setelah 2 tahun tidak bertemu.

Jujur aku bahagia sekali walaupun aku sedikit malu bertemu dengannya.

Jujur penampilannya sangat berbeda dari sebelumnya.kami sudah duduk dan menunggu makanan untuk berbuka.dia duduk di depanku aku tidak bisa berkata apapun karena rasa deg degan dan bahagia yang lainnya bercerita tentang pengalaman pramuka dulu.aku hanya bisa tersenyum dan ikut tertawa karena aku hanya sebentar  masuk pramuka.

Azan berkumandang dan kami berbuka dengan air putih kemudia kami ke mesjid untuk sholat karena waktu itu tempat makan kami dekat dengan mesjid.setelah itu kami berkumpul lagi setelah siap makan kami berfoto untuk kenang2an. Fot dengan semua alumni pramuka dan tiba-tiba dia berkata “ ca foto yuk untuk kenang2an “ aku pun berkata “ yaudah yuk..siapa yang fotoin?” diapun menyuruh salah satu dari mereka mengambil foto kami setelah itu kami pun bergegas pulang.

Beberapa hari kemudia alumni pramuka mengadakan buka puasa lagi tapi sayangnya aku tidak datang karena suatu hal. Dia berkata  dari chat “ ca kok gak datang sih..” aku balas “ maaf ya soalnya ada sesuatu “ yaudeh deh gpp “ malamnya ada yang bercerita denganku “ ca tadi arham galau “ “lah galau kenapa dia ?” “soalnya kamu gak datang..tadi itu dia makan kurma terus dia bilang gini..kurma nya pahit ya..terus kami bilang kan kurmanya manis..dia bilang iya gadak ica jadi kurmanya terasa pahit “ disitu aku tertawa dan merasa bersalah karena tidak bisa hadir.

Aku dan arham chatan hampir setiap hari hingga disaat dia ulang tahun dia mengajak alumni pramuka untuk berbuka puasa di rumahnya.kami pun datang.ya ulang tahunnya dan aku hanya beda 4 hari.

Sesampai dirumahnya teman-teman bilang sama arham “ ham ini dia ya…semalam kau cariin” aku hanya bisa tertawa tipis karena malu dan jujur aku deg-degan saat itu kami pun berbuka puasa tapi kami tetap mengutamakan sholat.

Setelah kami berbuka kami berfoto dan lagi lagi dia mengajakku foto dan kai punya beberapa foto.aku ingat sekali waktu kami foto bersama alumni yang lain dia selalu disampingku.dan mungkin teman-teman yang lain sudah paham.

Dia memberikankku sebuah gelang dan aku memberikannya sebuah jam . aku harap jam itu masih bersamanya sama seperti aku yang menjaga gelang itu sampai sekarang.

Dan hari begitu cepat berlalu kami pun bertemu untuk terakhir kalinya di malam lebaran.

Padahal dimalam itu dia sibuk membantu ibunya tapi dia tidak bilang kepadaku.

Aku yang menunggu cukup lama di rumahku. Padahal kalau dia jujur aku tidak akan memaksanya.

Tapi mugkin dia tahu bahwa itu adlah pertemuan terakhir kami sebelum dia kembali ke jawa.

Setelah beberapa jam akhirnya kami pergi makan. Kami  berbincang nanti mau masuk kuliah dimana dan berbincang tentang hal lainnya sampai tiba2 dia berkata “ ca..arham gak pulang selama 2 tahun nanti “ disitu aku sedih 2 tahun bukan waktu yang sebentar dan ak berkata “ kenapa kok lama” “ iya soalnya begitu peraturan dari pesantren…arham gak boleh pulang sampai arham lulus dari sana ..kan arham 4 tahun pesantren” “hmhm yaudahlah..mau gimana lagi” jujur aku sedih dan dia berkata “ ica mau nunggu sampai arham balik kesini?” aku terkejut dengan pertanyaan itu dan ak bilang “aku bisa nunggu tapi bagaimana kalau arham suka sama cewek disana..kan disana ceweknya lebih baik dari ica” “ica berdoa aj gak…arham bakal berusaha kok” aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.tiba saatnya dia ingin kembali ke jawa dan posisinya aku tidak satu kota dengannnya karena saat itu aku keluar kota karena menemui keluargaku yang lain dia menchatku “ ica ini terakhir pesan dari arham ya soalnya arham akan ke pesantren dan arham gak akan megang hp” aku yang membacanya sedih “arham hati2 ya disana” “ica jangan kangen ya…sampai bertemu 2 tahun lagi” aku sedih tapi aku tidak bisa melakukan apapun.

1 tahun berlalu aku berfikir dia mungkin saja pulang ramadhan kali ini tapi aku salah dia benar2 tidak datang. Sampai akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang menemaniku saat aku kesepian.

Aku yang berfikir “arham tidak mungkin tetap denganku dia pasti sudah menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku.” Oleh karena itu aku berani untuk dekat dengan yang lain

Namanya hafidz aku bahagia dengannya tapi kebahagian itu sementara karena dia lebih memilih wanita lain disitu aku terluka dan hatiku sakit . aku butuh waktu cukup lama untuk melupakannya.

Sudah beberapa orang yang mendekatiku tapi itu semua tidak pernah bertahan lama hanya dalam hitungan minggu semuanya hilang entah itu aku yang tidak suka dia atau dia yang tidak suka aku.

Aku sempat berkata “ ya allah…kenapa kisahku tak bisa seperti yang lainnya?kisahku hanya menimbulkan luka..kenapa ini tidak adil” aku selalu berdoa “ ya allah temukanlah aku dengan seseorang yang terbaik menurutmu dan seseorang yang bisa membimbingku” hingga pada akhirnya aku menerima sebuah pesan dari instagram dan pesan yang membuatku terkejut dan terharu .

Pesan itu ternyata dari kak azmi. Kak azmi adalah abang dari arham karena dikehidupan pramuka kami terbiasa memanggilnya kk walaupun dia laki2. Dia berkata “ assalamualaikum dek mohon doanya ya sekarang arham sedang dalam proses ujian akhir dan kirim salam untuk anggota pramuka”.

2 tahun aku menunggu pesan dan kabar darinya. Rasa yang ku anggap tidak akan berlanjut dia yang anggap sudah melupakanku tapi ternyata aku salah . sejujurnya aku juga bingung darimana kak azmi mengenalku karena kami hanya bertemu satu kali dan aku merasa tidak mungkin dia tahu aku dekat dengan arham kecuali arham yang memberitahunya. Aku menyampaikan salam dari kak azmi  ke grup alumni dan jujur saja dari situ aku tahu bahwa kak azmi hanya mengirim pesan itu kepadaku.

Aku yang benar2 terharu dan bahagia karena dia masih mengingatku dan memegang ucapannya.

Dan aku membalas pesan itu “wa’alaikum salam kak..semoga arham bisa mendapatkan nilai terbaik dan saya akan sampaikan salam kepada anak pramuka” dan aku juga bertanya “berarti setelah itu dia bisa pulang ke sini” kak azmi membalas “ insyaallah dek akhir ramadhan dia akan kembali”

Dan aku pun berterima kasih kepada kak azmi.

Dari sini aku paham dan mengerti mengapa percintaanku tidak seindah yang lain karena allah telah mempersiapkan seseorang yang jauh lebih baik untukku. Aku tidak tahu apakah aku berjodoh atau tidak dengannya tapi aku yakin dan percaya takdir allah begitu indah. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk menggapai masa depan.sekarang aku hanya pasrah kepada allah “ya allah bila dia terbaik maka dekatkanlah bila tidak maka jauhkanlah”. Tiada yang kebetulan didunia ini semua adalah skenario dari yang maha kuasa. Sampai bertemu dititik terbaik menurut Allah.

Tr : Meysha Fadilla

Sumber foto : pinterest

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali