Bahaya Obat Pelangsing

Bahaya Obat Pelangsing

- in Artikel
63
0

Teropongonline, Medan-Memiliki tubuh ramping dan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang. Obat pelangsing kerap digunakan sebagai cara untuk mencapai berat badan yang diinginkan. Meski demikian, jenis obat ini juga dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, Anda perlu lebih cermat dalam menggunakannya.

Beberapa Jenis Obat Pelangsing :

  1. Orlistat

merupakan salah satu obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan. Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk menangani penderita obesitas yang yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
Obat penurun berat badan ini bekerja dengan cara mencegah penyerapan lemak di dalam saluran cerna. Lemak yang tidak terserap tersebut kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui tinja.

  1. Phentermine
    Phentermine juga dapat digunakan untuk membantu Anda yang sedang menjalani program diet. Obat ini diketahui dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan jumlah energi yang digunakan oleh tubuh.
  2. Qysmia (kombinasi phentermine dan topiramate)
    Qysmia adalah obat penurun berat badan yang merupakan kombinasi dari obat phentermine dan topiramate. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi nafsu makan.

Apa saja dampak buruk dari pemakaian obat pelangsing instan?

  1. Ketergantungan

Hal pertama yang perlu dikhawatirkan ketika mengonsumsi obat pelangsing instan adalah ketergantungan. Tubuh akan merasa tidak bisa lepas dari obat itu. Hal ini terlihat saat memutuskan untuk berhenti, namun muncul reaksi tidak wajar pada tubuh.

Misalnya, saat memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat pelangsing, berat badan justru naik. Atau timbul gejala kepala pusing atau tidak enak badan.

“Hal ini dikarenakan proses pembakaran hanya menggantungkan dari konsumsi obat pelangsing. Padahal seharusnya, pembakaran lemak wajib mengandalkan proses metabolisme tubuh. Cara kerja obat pelangsing ini sama halnya saat mengonsumsi alkohol, rokok ataupun narkoba. Kandungan penthremine yang ada di dalam obat pelangsing yang akan menyebabkan kecanduan,” jelas Jansen.

  1. Gangguan pencernaan

Salah satu efek dari obat pelangsing instan terjadi pada sistem pencernaan. Pada dasarnya cara kerja obat pelangsing adalah meluruhkan lemak di dalam tubuh. Namun obat pelangsing instan ini sifatnya memaksa lemak untuk keluar dari dalam tubuh secara tidak alami. Oleh karena itu, terjadilah gangguan pencernaan.

  1. Sering BAB

Orlistat adalah salah satu kandungan dari obat pelangsing. Kandungan ini yang menyebabkan penggunanya terlalu sering buang air besar (BAB). Orlistat akan merangsang kontraksi usus besar sehingga BAB menjadi lebih lancar. Jika dikonsumsi secara terus menerus, maka akan menyebabkan diare yang berkelanjutan dan menjadikan tubuh dehidrasi dan lemas hingga sulit beraktivitas.

  1. Proses metabolisme tidak terkontrol

Dalam proses metabolisme, tubuh membutuhkan makanan untuk menghasilkan kalori. Namun saat mengonsumsi obat pelangsing, salah satu kandungannya akan memengaruhi proses metabolisme dalam tubuh sehingga tidak terkontrol.

“Organ-organ tertentu seperti ginjal, jantung maupun hati akan menolak adanya obat tersebut dan mengalami kerusakan karena bekerja terlalu keras,” imbuh Jansen.

  1. Tubuh kekurangan nutrisi

Di dalam obat pelangsing juga terkandung phenterimine dan topiramate yang berperan dalam menekan nafsu makan. Ketika mengonsumsi obat pelangsing, pengguna biasanya tidak memerhatikan asupan nutrisi dengan baik. Mereka justru menahan lapar dan mengurangi zat gizi penting. Hal ini bisa menyebabkan proses metabolisme terhambat sehingga tubuh merasa mudah lelah.

  1. Detak jantung lebih cepat

Salah satu efek samping dari pemakaian obat pelangsing adalah mempercepat detak jantung yang cenderung tidak teratur. Ini disebabkan penyaringan obat di dalam darah membuat jantung bekerja keras untuk memompanya lebih kuat.

“Kandungan penthermine di dalam obat pelangsing menjadi salah satu yang menyebabkan jantung berdebar semakin cepat. Meningkatnya kerja detak jantung yang lebih cepat menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Hal ini tentu bisa menjalar ke gangguan kardiovaskuler lainnya seperti stroke dan serangan jantung,” jelas Jansen.

  1. Komplikasi

Pada akhirnya, jika mengonsumsi obat pelangsing terus-menerus bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit komplikasi serius yang berujung pada kematian. Biasanya dalam obat pelangsing ada kandungan epedhra yang memengaruhi kadar gula darah, menyebabkan tekanan darah tinggi, dan mengakibatkan keracunan.

Memiliki tubuh ramping dan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang. Obat pelangsing kerap digunakan sebagai cara untuk mencapai berat badan yang diinginkan. Meski demikian, jenis obat ini juga dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, Anda perlu lebih cermat dalam menggunakannya.

Panduan Diet Sehat :

  1. Hindari melewatkan sarapan.
  2. Hindari minuman manis.
  3. Konsumsi air putih sebelum makan.
  4. Konsumsi makanan yang mengandung serat larut.
  5. Konsumsi kopi dan teh.
  6. Hindari makanan olahan.
  7. Konsumsi makanan secara perlahan.
  8. Lakukan olahraga secara rutin.

Tr : Ceby Clara

Sumber foto : alodokter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Perbedaan Sakit Kepala Biasa Dengan Vertigo

Teropongonline, Medan-Masih banyak orang yang menganggap semua sakit