Batas Yang Tak Terlihat

Batas Yang Tak Terlihat

- in Dunia Sastra
71
0

Dipersilahkan para hadirin untuk duduk di kursi masing-masing
Duduk saja walau asing
Baju kurung merah dengan anting

Sengaja berdandan merah
Sudut bibir terangkat dengan mata indah
Mempesona..

‘Mereka’ tidak akan pernah tau
‘Mereka’ hanya pelaku membisu
‘Mereka’ hanya pembelenggu
Penafsu

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, dan seterusnya tetap terhalang batas

Sampai saatnya dia menjadi titik tumpuh
Detik memaksa jiwa lumpuh

Batas itu memasung segalaku
Roda yang seharusnya berputar mendadak berhenti
Rasa yang seharusnya hidup mendadak mati
Raga yang memang harus hidup mendadak menepi

BISAKAH ‘KAU’ MENYINGKIR SEBENTAR?!
DIA TIDAK BISA TEGAR!!
DIA TAU KAU DENGAR!!

Bukan.. bukan.. dia bukan jalang
Dia perempuan malang
Jalan pulang mendadak hilang
“Dia tersesat”
Linglung mencari jalan pulang

“Tidak ada senyum di wajah wanita itu” bisik ‘mereka’
Persetan dengan senyum merekah
Sudah lelah melangkah

“Biarkan aku mengucapkan 1 kalimat saja” ucap perempuan berbaju merah kurung
Semua terdiam dengan tenang
“TOLONG AKU!!!”

Tr : Amita Aprilia

Sumber foto : Ashley Mackenzie (pinterest)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan