Puisi

Puisi

- in Dunia Sastra
237
0

Harapan

Rimbunmu jadi abu

Hujanmu jadi sendu

kau tak lagi seindah dulu

Periwiku menangis pilu

Penghunimu pucat dan takut

Melihat batang-batang kokohmu mengeriput

Hanya tersisa rintihan sayup

Bumiku, jangan biarkan kami turut redup

Apa salahmu?

Tangan mana yang memberimu siksa ?

Suram, sesak, serat, nelangsa

Kegetiran merasuk rongga dada

Aku tak mampu berkata kata

Kapan sedih ini akan berakhir?

Bisakah tangis dan riuh ini segera tekubur?

Ingin rasanya rintihan hilang

Dan bahagia pertiwi pun datang

Aku rindu awan biru tanpa selebat asap

Aku rindu hutan hijau tempat damai hinggap

Aku rindu bumiku yang biru

Aku sangat rindu rimbunnya hutan pertiwi

Rindu segarnya udara pertiwi

Bila tahun tahun berlalu

Sumber foto : Tribunnews.com

Tr : Apriyatul Yulida Sinaga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan