Bintang Jatuh

Bintang Jatuh

- in Dunia Sastra
64
0

Dimalam hari, Kesya dan Kenzo berbaring di atas rerumputan, di bawah langit malam bertaburan bintang dan bulan berbetuk sabit. Kesya dan Kenzo menikmati angin malam bersemilir menerpa wajah mereka.

“malam ini bintangnya banyak banget ya kak” ujar Kesya.

“iya dek” jawab Kenzo.

“kira-kira ada berapa banyak ya bintangnya” 

“Coba kamu hitung sendiri” 

Kesya mengikuti ucapan Kenzo. Tangannya menunjuk satu persatu bintang, mulutnya mulai menghitung. Kenzo melihat itu, tertawa geli. Kesya benar-benar menghitung bintang. 

“ih, kok banyak banget ya bintangnya” kesal Kesya. Mulutnya sudah capek menghitung, tetapi masih banyak bintang yang belum di hitung.

“lagian sih kamu, sok-sokan bisa hitung bintang” tawa Kenzo pelan.

“hm, menurut kakak bunda ada ga ya di antara bintang malam ini”

.

Kesya teringat dengan bundanya yang meninggalkannya satu tahun lalu. Kepergian bundanya membuat ia sangat terluka. Untung saja ada Kenzo sebagai sahabat Kesya selalu menemaninya selalu. 

Kesya selalu melihat bintang ketika ia merindukan bundanya. Kata bunda dulu, kalau Kesya rindu bunda lihat saja bintang. Karena diantara beberapa bintang ada bunda disana.

“pasti ada dong” jawab Kenzo.

“coba lihat itu! Bintang yang paling terang diantara bintang lainnya, itu pasti bunda” ujar Kesya antusias.

Kenzo melihat raut kebahagian di wajah Kesya tersenyum senang. Semenjak bunda kesya meninggal dunia, Kesya berubah menjadi murung. Wajah cerianya yang dulu tersinar harus padam menjadi abu-abu.

“kak Kenzo lihat itu bintangnya” 

“iya Kesya. Kakak udah lihat”

“bunda, aku kangen banget sama bunda. Bunda kangen aku ga? Pasti bunda juga kangen kan” lirih Kesya.

“Kesya kangen di gendong bunda, di peluk bunda. Pokoknya kangen semuanya. Kenapa sih bunda cepat banget ketemu sama Allah. Padahalkan Kesya masih pengen bermanja-manja sama bunda. Tapi, Allah lebih sayang sama bunda makanya bunda di panggilkan. Bunda tunggu Kesya ya nanti di surga”

.

Tanpa sadar air mata Kesya mengalir begitu saja. Ada rasa belum terima bundanya pergi, tapi Kesya tidak bisa egois, karena Allah lebih hak terhadap bundanya. Kenzo melihat kesedihan Kesya, memeluk tubuh Kesya. Memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk Kesya.

Kesya bersyukur mempunyai sahabat seperti Kenzo yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri sudah mau menemaninya selama ini.

“Kesya, lihat itu. Ada bintang jatuh” tunjuk Kenzo ke arah langit.

Kesya langsung melihat ke arah langit. “iya kak”

“cepat buat permintaan” perintah Kenzo.

Kesya memejamkan matanya.

‘Ya Allah, tempatkan lah bunda di tempat yang paling nyaman dan indah. Jaga lah bunda ya Allah. Kesya ga mau bunda disana merasakan kesakitan lagi. Tolong ya Allah, buat bunda bahagia disana. Kesya rindu bunda ya Allah, bisakah bunda hadir dalam mimpi Kesya di saat waktu Kesya tidur. Kesya ingin di peluk bunda, meski dalam mimpi Kesya gak apa-apa kok beneran deh. Dan permintaan Kesya lagi, pertemukan lah Kesya dengan bunda di surga nanti ya Allah. Aminnnn’ Batin Kesya.

‘Tolong buat Kesya bahagia selalu, ya tuhan’ Batin Kenzo.

Tr : Nurul Hafidza
Sumber foto : bobo


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)