Stasiun

Stasiun

- in Dunia Sastra
156
0

Adakah yang mesti kau tanyakan?. Pada waktu selalu berulang.
Ingatan dan harapan menahanmu.
Seperti kepergian dan kepulangan.
Matamu buram tunggu sebuah lambaian di antara kemungkinan.
Rel-rel yang karat ialah rindu.

Kulihat langit mulai padam, pandang tertuju di gerbong penuh dengan sedu-sedan itu.
Perlahan sesuatu sedang basahi pipimu.
Kebisingan datang, tiada kau.
Hingga luruh segala aku.

Tr : Ananda Rizki

sumber foto : Lpm Dinamika

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

7 Tips Mengerjakan Skripsi Agar Lulus Tepat Waktu

Teropongonline, Medan-Memulai skripsi dengan persiapan dapat menghasilkan skripsi