Peka Terhadap Lawan Bicara Tanpa Berkata

Peka Terhadap Lawan Bicara Tanpa Berkata

- in Artikel
235
0

Teropongonline, Medan- Berdiskusi mengenai komunikasi, dua puluh empat jam tidak akan cukup untuk menuntaskannya. Itu sebabnya, komunikasi dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang sangat luas untuk dibahas.

Profesi apapun perlu membekali diri dengan pengetahuan dasar ilmu komunikasi. Setidaknya, paham bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan lawan berbicara. Namun, tidak semua orang mampu menjalin komunikasi yang efektif. Salah satu penyebabnya adalah ketidak pekaan seorang komunikator terhadap lawan bicaranya.

Seorang penulis sekaligus ekolog sosial yaitu Peter F Drucker mengatakan ‘The important thing in communication is hearing isn’t said’ yang memiliki arti ‘Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengar yang tidak dikatakan’.

Lalu bagaimana cara membiasakan diri ‘mendengarkan’ apa yang tidak lawan bicara katakan?

Dikutip dari buku berjudul ‘Gesture The Secret of Body Language and Facial Expression’ yang ditulis oleh Daud Antonius, ada dua cara ‘mendengarkan’ apa yang lawan bicara tidak katakan yaitu:

  1. Konsep Emosi

Emosi merupakan reaksi seseorang terhadap suatu kejadian tertentu. Dalam konsep ini, komunikator perlu memperhatikan Pesona yaitu ‘Topeng Sosial’ yang digunakan lawan bicara dalam menghadapi situasi tertentu.

Kemudian, Macro Expression atau ekspresi umum seperti marah, bahagia atau sedih yang mudah dilihat oleh komunikator.

Selanjutnya, Micro Expression atau ekspresi khusus lawan bicara yang tidak bisa disembunyikan, namun lebih sulit untuk dianalisis. Sebab, micro expression terjadi spontan durasi di bawah satu detik.

  1. Konsep Intraksi

Konsep ini dapat digambarkan dari perkataan Ludwig Wittgenstein yaitu ‘The Human Body is the Best Picture of the Human Soul’ yang berarti ‘Tubuh manusia adalah gambaran tebaik dari jiwa manusia’.

Melalui kalimat Ludwig, dapat dipahami, jika ingin memahami jiwa atau kejujuran dari hati lawan bicara atas apa yang ia ungkapkan. Maka, lihatlah gambaran gerak-gerik tubuhnya.

Dua konsep di atas dapat membantu kita sebagai komunikator peka terhadap lawan bicara tanpa ia harus berkata-kata.

Penulis: Venny Eriska/ItsVennyy

#artikel #

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Antrean Kapal Pengangkut di Singapura Pemicu BBM Langka di Sumut

Teropongonline, Medan-“Masyarakat dibuat resah dengan kelangkaan yang terjadi