Palawa Terdayuh

Palawa Terdayuh

- in Dunia Sastra, Uncategorized
13
0

Tubuhku adalah bunga
Kau sang lebah

Hinggap, menghisap. Aku kehilangan harga diri. Kau temukan kepuasan bihari. Elegi hati sunyi berbisik dengan kata mencintai. Aku berhenti dari kebiasaanku menyirami bunga yang kini layu dan mati.

Setiap temu berakhir rindu. Hingga kau benar benar lupa siapa aku.

Tr : Dede Prasetyo

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sarayu

Dedaunan layu dan ranting patah pada sarayu dari