Prediksi Pengamat, Ini Nama Menteri Yang Tidak Akan Di Reshuffle Presiden Jokowi

Prediksi Pengamat, Ini Nama Menteri Yang Tidak Akan Di Reshuffle Presiden Jokowi

- in Artikel
31
0

Teropongonline, Medan-Seperti yang kita ketahui beberapa minggu lalu sempat beredar video viral yang berisikan pernyataan keras dari presiden kita yakni Jokowi Widodo dalam menyoroti kinerja para Menteri Kabinet nya pada saat sidang Kabinet Paripurna yang dilaksanakan di Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu.

Dalam video tersebut jelas terlihat kekecewaan dan kemarahan Jokowi melihat kinerja para Menterinya yang begitu santai di tengah krisis ancaman pandemi Covid-19 saat ini. Ia sempat menyampaikan akan me-reshuffle para Menteri yang saat ini masih bekerja terlalu santai dan tidak produktif sehingga tidak menghasilkan hal-hal yang signifikan.

Video itu baru diungkap ke publik melalui akun YouTube Sekretariat Presiden. Pada Minggu, (28/6/2020). Menyoroti unggahan video tersebut banyak masyarakat yang langsung menerka-nerka siapakah kira-kira Menteri yang akan direshuffle oleh presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut Hendri Satrio sebagai pendiri Lembaga Survei Kedai memprediksi bahwa setidaknya ada beberapa menteri yang akan bertahan. Mereka adalah Menteri Pertahanan, Menteri BUMN, Menteri PUPR dan Menteri Luar Negeri. “Kalau yang bertahan, paling Prabowo, Erick Thohir, Basuki dan Retno,” ujar Hendri kepada Kompas.com, Minggu (5/7/2020).

Hal tersebut dilatar belakangi oleh teguran Presiden Jokowi kepada para pembantunya itu dalam sidang Kabinet Paripurna.
Mulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama hingga Menteri Hukum dan HAM.

Hendri pun mengungkapkan alasan mengapa menteri-menteri tersebut akan bertahan. Prabowo, kata Hendri, selama menjadi Menteri Pertahanan banyak melakukan terobosan dan perbaikan yang baik di kementerian itu. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Prabowo tidak akan diganti. “Prabowo sebenarnya sahabat Jokowi. Selama jadi Menhan, beliau lakukan terobosan dan pembenahan yang bagus,” kata Hendri.

Kemudian Basuki Hadimuljono. Ia mengatakan, Basuki merupakan menteri andalan Presiden Jokowi untuk mewujudkan pembangunan Infrastruktur di negeri ini. Hal tersebutlah yang menjadi alasan posisi Basuki tak akan diganti. “Basuki memang andalan Jokowi untuk mewujudkan monumen-monumen infrastruktur Jokowi sehingga dia tidak mungkin diganggu,” kata Hendri.

Sementara itu, Erick Thohir dinilai melakukan banyak hal baik dalam memperbaiki Kementerian BUMN, termasuk dalam penanganan Covid-19. Termasuk Retno Marsudi yang dinilai telah melaksanakan tugasnya dengan baik juga sebagai Menteri Luar Negeri.

Selain keempat menteri tersebut, Hendri juga memprediksi, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro masuk jajaran menteri yang tidak akan di reshuffle. “Bambang Brodjonegoro juga menteri andalan Jokowi yang termasuk ke jajaran menteri paling loyal,” kata dia.

Retno Marsudi termasuk juga yang dinilai telah melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai Menteri Luar Negeri. Diketahui, kejengkelan Presiden Jokowi yang disampaikan dalam sidang kabinet tersebut muncul akibat lemahnya progress yang didapat dari kinerja para Menterinya. Jokowi menganggap para Menteri masih bekerja secara biasa dalam masa krisis seperti ini.

Padahal, ia meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu untuk menangani Pandemi Covid-19 maupun dampaknya terhadap Perokonomian. Dari kekecewaan tersebutlah ia mengatakan akan melakukan langkah-langkah extraordinary. “Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan,” Ujar Presiden Jokowi.
“Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara,” ucap Presiden.

Sumber : Kompas.Com
Tr : Nisa Piliang
Editor : M. Lutfi Nasution

Ilustrator : Berry Sanjaya

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sarayu

Dedaunan layu dan ranting patah pada sarayu dari