Kerinduan Manusia Menjadi Manusia Selama Covid-19

Kerinduan Manusia Menjadi Manusia Selama Covid-19

- in Terkini
91
0

Teropongonline, Medan-Sejak November 2019 untuk pertama kalinya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terdeteksi di kota Wuhan, China. Kini telah merebak ke berbagai belahan dunia tak luput juga Negara Indonesia. Kamis, (30/4/2020).
.
Terkait hal tersebut, dampak yang ditimbulkan Covid-19 ini cukup besar dirasakan seperti warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ketika ditemui Bambang Irawan seorang pensiunan PT. Perkebunan Nusantara II warga Kecamatan Batang Kuis, Gg Mawar mengatakan selama menghabiskan waktu dirumah ternyata mengeluhkan akan perekonomian.
.
“Covid-19 ini kita serba terkekang sebab kalau kita keluar untuk bekerja, berkumpul dikeramaian itu berbahaya sekali, pekerja juga banyak diliburkan,” katanya.
.
Akan hal tersebut, Bambang tidak diam saja dirumah banyak hal-hal produktif yang dilakukannya untuk menjaga kesehatan tubuh dari Covid-19.
.
“Ya biasanya yang saya lakukan selama dirumah lebih sering membersihkan rumah, olahraga, menonton Tv, memasak dan refleksi diri,” sambungnya dengan mantap.

Terkait bantuan dari pemerintah setempat, Bambang menerima beberapa sembako dan uang tunai. “Bantuan berupa makanan itu ada yang kasih beras 5 kg, minyak 2 kg, gula 1 kg, uang 100 ribu,” tambahnya.

Senada dengan Bambang, Nuri Nuraini pekerja CS Bank Sumut Pulo Brayan ketika dihubungi via Whatsapp yang berada di Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Mabar mengiyakan bahwa ada bantuan pemerintah namun tidak didapatkannya.

“Waktu itukan Kepala Lingkungan ada info kasih bantuan tapi saya gak dapat karena kehabisan dan itu kalau gak salah cuma beberapa puluh paket dibagikan,” jelasnya.

Nuri berharap untuk wabah Covid-19 cepat berakhir dan semoga warga beragama Islam dapat melaksanakan ibadahnya dengan lancar. “Semoga Covid-19 segera berakhir supaya kita bisa beraktivitas seperti biasa dan umat Islam bisa menjalankan puasa seperti tahun-tahun yang sebelumnya,” pinta Nuri.

Tr : Muhammad Ryzki Alhaj
Ilustrator : Muhammad Iqbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dari Aku

Malam-malam tak pernah sepi. Kelap-kelip lampu kota dan