Banyak Yang Belum Tahu, Beginilah Proses Memandikan Dan Menguburkan Jenazah Pasien Covid-19

Banyak Yang Belum Tahu, Beginilah Proses Memandikan Dan Menguburkan Jenazah Pasien Covid-19

- in Artikel
247
0

teropongonline, Medan-Maraknya berita berita yang beredar mengenai jenazah pasien covid-19 yang sering kali ditolak oleh warga tempat jenazah pasien dikuburkan. Kementerian Agama telah menerbitkan tata cara memandikan dan menguburkan jenazah pasien covid-19. Pengurusan jenazah covid-19 ini tetap dilakukan berdasarkan ketentuan syariah. Hal ini dilakukan agar siapapun yang mengurus jenazah pasien covid-19 dapat melakukan dengan benar sehingga dapat terhindar dari penularan covid-19. Berikut adalah tata cara mengurus jenazah covid-19.

  1. Memandikan Jenazah Pasien Virus Corona
    Perlu digarisbawahi, pengurusan jenazah pasien covid-19 harus dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit, sesuai dengan agama pasien covid-19, dan telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi, tidak sembarang orang boleh mengurus proses pemakamannya.
  2. Petugas Kesehatan Akan Melakukan Langkah-Langkah Di Bawah Ini:
    Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan terpisah dari pakaian biasa.
    Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.
    Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.
    Jenazah kemudian ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Jenazah yang sudah dikafani dan dibungkus plastik kemudian disemprot cairan klorin sebagai disinfektan. Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar dan sebelumnya sudah disinfeksi. Jenazah beragama Islam posisinya di dalam peti dimiringkan ke kanan. Dengan demikian ketika dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.
    Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk kepentingan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.
    Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.
    Petugas selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air.
    Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.
    Semua petugas kesehatan yang telah mengurus proses pemulasaran hingga jenazah masuk peti dan pihak keluarga yang menyaksikan prosesi tersebut diwajibkan menjalani proses sterilisasi dengan disemprotkan cairan disinfektan ke bagian pakaian yang dikenakan serta selalu mencuci tangan. 
  3. Jika Petugas Terkena Darah Atau Cairan Tubuh Jenazah, Lakukanlah Langkah-Langkah Berikut Ini:
    Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih.
    Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya.
    Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.
  4. Jika Jenazah Beragama Islam, Dilakukan Prosesi Salat Jenazah Dengan Ketentuan Sebagai Berikut:
    Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah salat jenazah.
    Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari empat jam.
    Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang.
     
    Setelah proses memandikan, jenazah pasien covid-19 telah siap dikuburkan. Adapula yang dikremasi mengikuti ketentuan agama dari jenazah dengan kesepakatan keluarga. Namun, proses penguburan jenazah pasien covid-19 pun tidak boleh sembarangan. Sebab, ada beberapa protokol yang harus dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus lewat tanah. 
     
    Prosesi Penguburan Jenazah:
    Jenazah harus dikubur dengan kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Penguburan beberapa jenazah di dalam satu liang kubur dibolehkan karena kondisi darurat. Bagi jenazah beragama Islam penguburannya dilakukan bersama dengan petinya. Pemakaman jenazah dapat dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU).
    Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.
    Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.
    Tr : Marizkya Nabila, sumber foto : kompas.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali