Curhatan Semesta

Curhatan Semesta

- in Dunia Sastra
95
0

Teropongonline, ,Medan-Bumiku kian muak dengan tingkah laku manusia,
Udara segar kian hari mulai memudar,
Asap asap kendaraan membuat batuk batuk seakan paru parumu di koyak keserakahan manusia,
Pepohon indah itu tak lagi bercengkrama,
Gersang, semua kini menyerang kesakitan,
Pegunungan nan hijau terganti dengan tumpukan sampah yang kian manusuk tajam hidung ku,
Semakin hari semakin sekarat bumi ibu pertiwi tangisan demi tangis,
Semakin bergejolak meratapi duka semesta.
Nyanyian ambulance kian mencekik lara.
Tak ada lagi gelak canda tawa
Yang tersisa hanya tingal air mata.
Sampai kapan semua ini akan terjadi,
Sampai kapan bumi ku akan terus bersedih.
Untukmu yang ketakutan dan bersembunyi, kamu tidak sendiri.
Untuk mu bumi dan seisinya lekas pulih dan kembali tertawa.
Pada tawa tawa manusia yang kini terbujur kaku
Aku harap bumi lekas sembuh. Kami merindukan mu.

Tr : Dede prasetyo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sarayu

Dedaunan layu dan ranting patah pada sarayu dari