Ombusdman Terima Laporan Maladministrasi

Ombusdman Terima Laporan Maladministrasi

- in Kabar Kampus
85
0

Teropongonline, Medan-Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (HMJ IAP UMSU) gelar diskusi Kemahasiswaan bertema Sosialisasi Tugas dan Fungsi Ombudsman terhadap Pelayanan Publik. Acara berlangsung di Aula Badan Penjamin Mutu Fakultas Agama Islam (FAI UMSU)Jl. Kapten Muhtar Basri No.3. Kamis, (13/02/2020).

Kegiatan ini dihadiri petinggi Fakultas yaitu Wakil Dekan lll Abrar Adhani, S.Sos, M.I.Kom, Ketua Program Studi Ilmu Adminstrasi Publik Nalil Khairiah, S.IP, M.Pd, beserta jajarannya dan Asisten Ombusdman Daerma Sinaga S.H, M.H.

Nalil Khairiah, S.IP, M.Pd, selaku Ketua Prodi IAP dalam kata sambutannya mengatakan adanya keterlanjutan dari acara ini kedepannya.

“Diharapkan kelak akan ada kesinambungan dari kegiatan-kegiatan seperti ini yang melatih mahasiswa supaya lebih paham lagi akan pelayanan,” tuturnya.

Selanjutnya, Daerma Sinaga S.H, M.H., selaku salah seorang Asisten Ombudsman menjelaskan terbentuknya instansi ini dan juga fungsi beserta tugasnya.

“Semisal kita ingin mengurus KTP atau surat-surat lain dan dikenakan biaya tambahan itu sudah termasuk pungutan liar dan termasuk kedalam Maladministrasi (perbuatan melawan hukum) jadi saat kita menemukan hal tersebut segara laporkan,” ujarnya.

Disisi lain, Ananda Mahardika,S.Sos., MSP selaku sekretaris Prodi IAP dalam kata sambutannya membahas soal Shadow State.

“Adanya Shadow State itu seperti menolong dan memeberikan kemudahan kepada publik namun diluar itu mereka mendapatkan berbagai hal untuk bisa masuk ke dalam suatu pemerintahan yang sah,” ujarnya.

Selama berjalannya acara, suasana ruangan sangat interaktif dimana salah satu mahasiswa, Anggi Mutia Prodi IAP UMSU bertanya tentang pungutan liar yang terjadi di Desa daerah Percut Sei Tuan.

Atas hal itu, Ananda menjawab bahwa yang terjadi di Percut Sei Tuan terdapat beberapa masyarakat kurang antusias terhadap regulasi yang ada.

“Sebagian masyarakat juga terkadang tidak sabar, tidak mau mengikuti persyaratan hingga akhirnya lebih memilih membayar juga. Jika memang terjadi birokrasi yang rusak ditambah sifat egois dari publik, segera laporkan,” pintanya.

Tr.Noverina
Editor : Muhammad Ryzki Alhaj

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sektor Pertanian Berpotensi Jadi Penopang Perekonomian Ditengah Pandemi Covid 19.

Teropongonline, Medan-Wisuda tatap muka periode I hari ke-5