Puisi

Puisi

- in Dunia Sastra
223
0

Rasa

Aku tak ingin tak terlalu memikirkan mu
Karna tak sedetikpun ingin melupakanmu

Cintaku dan rasa sakit hanya di batasi oleh garis yang tipis

Bertatap matamu yang hampir setiap hari tak terlampiaskan dengan rindu bercampur sedu

Hanya 10 detik kau menggenggam tanganku, berjuta detik ku tak akan melupa

Senyummu yang menyara menjadikan lara sebagai sorai

Bukan aku terdampar ke pulau yang salah tapi cinta menghanyutkan ku ke pelukmu

Tetesan hujan tak basahi tubuhku, rintikan cintamu lah yang basahi pipiku

Aliran darah tak normal, jantung detak cepat,saraf terputus, hati meremuk, kau tepuk dadaku sedetik. aku hidup

Mendung bukan ber arti hujan, pelangi bukan ber arti kebahagiaan cinta ku tak sebercanda itu

Aku bulan yang tak kau pandang terang kau senja yang ku pandang indah, aku terpuruk menanti cintamu namun kau tepuk cinta ku

Aku tak akan menitik tak juga bertanda kutip aku akan berkoma agar perjuanganku tetap berlanjut

Ntah aku yang menuhankan cinta atau Tuhan yang memberiku cinta seperti ini

Aku tak tau

Tr : Iqbal Putra Suheri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

5 Website Kursus Online Gratis Bersertifikat

Teropongonline, Medan-Kursus online semakin menjadi andalan untuk meningkatkan keahlian dan