Puisi

Puisi

- in Dunia Sastra
238
0

Merah Merindukanku

Masih ingatkah kita pernah berebut Merah untuk menjadi milik kita?
Masih ingatkah usaha yang kau lakukan kala itu?
Betapa susahnya!
Mengantri hingga panjang bagaikan gerbong kereta api.
Berdesak-desakan agar kita bisa masuk dan menjadi bagian didalamnya.

Tetapi…

Apa kabar untuk hari ini?
Bukankah merah sudah melekat dibahumu?
Bahu yang dahulu berkata “Siap”!
Dengan tegasnya kau lontarkan.

Namun kata itu kini tak lagi pernah kudengar.
Jangan kan mendengar,melihat bayanganmu saja tak lagi pernah kutemui.

Apa kau tak ingat ketika kita menangis hanya karena harus dipisahkan?
Sekarang kalian dimana? Tidak rindukah dengan perjuangan yang telah kita lakukan bersama?

Tr : Zulvita Nada

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Efek Terlalu Sering Bergadang Bagi Wanita

Teropongonline, Medan-Idealnya, waktu tidur orang dewasa minimal 7-8