Negeri Sedang Sakit, Masyarakat Kota Medan Tegakkan Keadilan Bagi Rakyat Indonesia

Negeri Sedang Sakit, Masyarakat Kota Medan Tegakkan Keadilan Bagi Rakyat Indonesia

- in kabar medan
278
0

Teropongonline, Medan-Martin Lubis Sebagai Koordinator Lapangan aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diikuti oleh LBH Medan, Walhi Sumut, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan lainnya dimana menuntut perihal permasalahan yang dialami negeri tercinta kian belum selesai dan kawan – kawan aktivis yang gugur tidak di ungkap secara tuntas dimana kasusnya terlalu muluk – muluk. Senin, (28/10/19).

Diantara banyaknya tuntutan salah satunya yaitu menolak upah buruh unit ketenagakerjaan sebesar 8,51% serta menuntut reformasi agraria untuk memberikan kejelasan terhadap nasib petani -petani.

“Kita menolak upah buruh upah di unit ketenagakerjaan sebesar 8,51 serta kita menolak perampasan tanah petani dan supaya menjalankan reformasi agraria untuk memberikan petani atas hak haknya dan juga kasus kejelasan kematian aktivis Walhi Sumut,” tuturnya.

Kegiatan ini sebagai momentum persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia dimana kebijakan – kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak hanya dirasakan segelintir orang namun dirasakan seluruh rakyat Indonesia

“Saat ini dimana kami masih merasakan bahwa pemerintah Indonesia kerja sama terhadap kepentingan pemodal asing hingga keadilan di negara ini terus digadaikan dan rakyat Indonesia terancam,” sambungnya.

Untuk melihat keadilan di negara Indonesia ini ada atau tidaknya bisa dilihat dalam unjuk rasa atau aksi – aksi yang masih ada sikap arogan pemerintah yang masih terlihat jelas seakan tidak suka dikritik oleh rakyat.

“Tidak adanya Jaminan keamanan bagi rakyat Indonesia bisa kita lihat dari rangkaian unjuk rasa dan aksi aksi oleh rakyat itu dimana rakyat indonesia di tangkap dan dipukul sampai terjadi korban terhadap masyarakat maupun aktivis-aktivis yang melakukan tuntutan mewakilli aspirasi rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Bantuan Hukum Sumatera Utara (BAKUMSU) Ronal Safriansyah menjelaskan Pemerintah harus mengesahkan reformasi agraria dimana rakyat yang kian tertindas, kesejahteraan tidak ada namun kepentingan dalam investasi pemodal asing terus dilancarkan demi keuntungan kelompok tertentu.

“Negeri ini tidak aman aman saja, dia tengah sakit dan bahwa rakyat tidak percaya dengan negeri ini dimana invistasi sebagai iming imingnya sedangkan disamping itu Putusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terjadi pada buruh pabrik, tertindasnya buruh tani yang merengut prihatin dan dimana aktivis kita dikriminalisasi serta kasusnya belom terungkap dengan tuntas,” pungkas Ronal.

Tr : Muhammad Ryzki Alhaj

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali