Museum Perkebunan Kota Medan Bangkitkan Cinta Budaya Indonesia

Museum Perkebunan Kota Medan Bangkitkan Cinta Budaya Indonesia

- in Kabar Kampus
269
0

Teropongonline, Medan-Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Medan Heritage, Pojok Baca Medan, Kenduri Kopi, Persegi dan Musperin mulai dari Teatrikal, Literasi dan musikalisasi puisi, musik, tarian, food truck dilakukan dalam memperingati Hari Batik Nasional. Kegiatan berlangsung di Museum Perkebunan Indonesia Jalan Brigjen Katamso, Kampung Baru Medan. Minggu (27/10/2019).

Ketua panitia, Cindy Yosita mengatakan bahwa batik telah ada sejak masa sebelum dimana Indonesia merdeka dan dilakukan dengan cara turun temurun.

“Batik, sebuah kerajinan yang sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Indonesia. Kerajinan yang dipercaya sudah ada sejak zaman Majapahit,” tuturnya.

Batik identik dengan sebuah seni yang menggunakan canting alat yang digunakan untuk mengambil dalam wadah untuk membuat motif kain.

“Ini merupakan sebuah seni lukis di atas kain dengan menggoreskan malam (lilin) pada alat yang bernama canting,” sambungnya.

Diperkenalkan Batik kepada Negara luar saat masa presiden ke dua Republik Indonesia memimpin dimana Batik terdaftar di UNESCO tahun 2008 dan dikukuhkan pada 2 Oktober 2009.

“Diperkenalkan di dunia internasional oleh presiden Soeharto pada konferensi PBB. pemerintah Indonesia mendaftarkan batik kedalam warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi UNESCO pada tahun 2008, hingga pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk warisan kemanusiaan UNESCO diterima secara resmi dan dikukuhkan pada 2 Oktober 2009,” tambahnya.

Selain itu, Pembina Museum Perkebunan Indonesia Dr. Hasril Hasan Siregar dalam memperingati Hari Batik Nasional dengan tajuk “Membatik Asa untuk Indonesia” terdapat edukasi dan buka donasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan.

“Selain memperingati hari batik dan mengadakan edukasi serta praktek membatik, kegiatan ini juga membuka donasi secara terbuka bagi para tunawisma, sebuah benang merah antara peringatan salah satu kerajinan warisan Indonesia dan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Memperingati Hari Batik ini diikuti oleh beberapa kominitas, pegiat seni dan umum yang merupakan bukti kepedulian terhadap warisan budaya Indonesia sangat tinggi.

“Dihadiri oleh beberapa komunitas, penggiat seni, dan umum.
Dengan kegiatan ini, menjadi sebuah bukti bahwa anak-anak muda masih memiliki kepedulian terhadap warisan budaya asli Indonesia tanpa partisipasi pemerintah didalamnya,” sambungnya.

Kedepannya kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya dimana semoga masyarakat yang ikut lenih banyak dengan tujuan untuk membangkitkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

“Langkah selanjutnya, kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahunnya mengajak lebih banyak lagi anak-anak muda untuk berpartisipasi bersama dengan tujuannya tidak lain adalah untuk untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat Indonesia khususnya generasi millennial terhadap kebudayaan leluhurnya,” pungkas Hasril.

Tr : Muhammad Ryzki Alhaj

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Privilege dari Good Looking

Teropongonline, Medan – Berpenampilan menarik saat ini kerap