MASTA FAI Sajikan Permainan Sederhana Namun Menarik

MASTA FAI Sajikan Permainan Sederhana Namun Menarik

- in Kabar Kampus, Uncategorized
227
0


Teropongonline, Medan-Hari terakhir Masa Ta’aruf (Masta) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI-UMSU) menyajikan beberapa permainan sederhana namun menarik, yang dibawakan oleh para kader Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK-IMM) FAI di depan gedung F. Kamis, (26/09/2019).
.
Seluruh Mahasiswa Baru FAI dihari terakhirnya memakai pakaian bebas namun tetap sesuai dengan Syariat Islam. Mereka di bagi menjadi 20 kelompok untuk bermain, berbeda dari fakultas lainnya, mereka lakukan pemisahan dalam pembagian kelompok antara laki – laki dan perempuan.
.
Panji Ababil selaku koordinator acara mengatakan bahwa permainan ini salah satu hal yang penting dalam acara karena setelah beberapa hari mereka diberi materi dan motivasi. “ini salah satu hal penting dalam acara karena beberapa hari telah diberi materi dan motivasi sebelumnya,”ujarnya.
.
Selanjutnya, ia menjelaskan maksud dan tujuan mengenai permainan yang mereka berikan kepada mahasiswa baru. “Disini kami memberikan game sarung, berdiri bersama, sambung gambar dan benang kusut, yang masing-masing dari permainan itu bertujuan untuk melatih ketangkasan, kebersamaan, dan kecerdasan”, jelasnya.
.
Ia pun berharap setelah di adakannya game ini para mahasiswa mengerti tentang tujuan dari permainan yang mereka lakukan. “Saya harap setelah mereka bermain ini, mereka bisa lebih berambisi dalam berorganisasi, memiliki jiwa kebersamaan yang tinggi, dan menjadi mahasiswa yang berprestasi,”harapnya.
.
Disisi lain, Muhammad Sunggan Afriadi salah satu Mahasiswa Baru FAI merasa bahwa permainan mereka mainkan sangat menyenangkan, mendidik dan menambah wawasan karena adanya itu terciptalah kebersamaan.
.
“Saya sangat senang hari ini menurut saya permainan ini sangat mengasah otak, menambah wawasan dan dari game itu saya mendapat teman-teman baru”, katanya.
.
Azmi Nazri selaku Instruktur permainan tersebut menjelaskan bahwa dalam permainan ini mereka berusaha untuk menghemat biaya jadi mereka hanya cari bahan-bahan yang tidak membutuhkan banyak biaya.
.
“Saya harap semoga kalian bisa menerapkan permainan tersebut apabila mereka sudah jadi instruktur, agar mereka dapat mempelajari bagaimana cara membawakan icebreaking ataupun permainan lainnya yang lebih inovatif dan berkreasi lagi”, tutupnya.

Tr: Winda Saputri
Editor : M. Lutfi Nasution

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Antrean Kapal Pengangkut di Singapura Pemicu BBM Langka di Sumut

Teropongonline, Medan-“Masyarakat dibuat resah dengan kelangkaan yang terjadi