Dampak Baik dan Buruk Acara Perlombaan dalam Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

Dampak Baik dan Buruk Acara Perlombaan dalam Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia

- in Artikel
1062
0

Memperingati hari kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945, warga Indonesia setiap tahunnya mengadakan kegiatan untuk memeriahkan hari besar ini. Mulai dari menghias permukiman sekitar dengan pernak-pernik warna merah putih, memasang bendera di depan rumah, melihat penaikan bendera oleh Paskibraka, melihat pawai, dan membuat acara lomba tujuh belasan lainnya. 

Namun ada dampak baik dan buruk dari kegiatan lomba tujuh belasan ini. Yuk kita liat bersama:

Dampak buruk

1. Membuat orang cedera

Berbagai permain yang diperlombakan saat 17-an terkadang beresiko walau pun di tujukan untuk orang dewasa sekalipun saat tidak melakukan persiapan. Contohnya saat pemain panjat pinang, saat terlalu berat beban yang di panggul, otot bahu yang kaku karena tidak melakukan stretching di awal mengakibatkan cedera.

2. Sampah yang menumpuk 

 Setelah selesainya perlombaan, banyak sampah dihasilkan biasanya dari ornamen-ornamen dan bisa juga dari sampah yang di hasilkan penonton. Pelengkap saat mereka menonton adalah memakan-makanan ringan yang di jual di sekitar perlombaan dan membuangnya sembarangan. Sampah tadi biasanya di biarkan sampai berhari bahkan berbulan-bulan dan terkadang di biarkan begitu saja.

3. Meningkatkan permusuhan

Permain itu ada yang kalah dan ada yang menang. Tapi permainan yang hebat itu dimana para pemainnya bisa ikhlas saat kalah dan tidak congkak saat menang. Beberapa orang sulit menerima kekalahan yang berakibat dendam berkepanjangan dan permusuhan. Hal ini bisa terjadi saat seseorang kalah dalam perlombaan 17-an.

.

Lomba tujuh belasan tidak hanya punya sisi buruk kok. Sisi positif dari mengikuti lomba tujuh belasan juga tidak kalah banyak, malah lebih banyak dari sisi buruknya.

Dampak Baik

1. Hiburan bagi yang ikut lomba dan menonton

Kesenangan bisa kita dapat saat kita melihat sesuatu yang lucu. Saat perlombaan berlangsung kita kadang melihat kesalahan yang di buat pemain dan malah terlihat lucu. Saat pemain balap karung yang hampir mencapai garis finis jatuh dan di potong orang di belakangnya, lomba lari bapak-bapak memakai sarung dan di haruskan mengendong pasangannya yang berat. Itu bisa menjadi gelak tawa bagi pemain dan penontonnya.

2. Mempererat persaudaraan antar lingkungan tempat tinggal

Perlombaan 17-an terkadang menjadi tempat kita berkumpul untuk sekedar ikut dan menonton. Dan adanya hal ini kita bisa tanpa sengaja bertemu dan bekerja sama dalam perlombaan ini. Dengan adanya kerjasama tim dalam suatu permainan kita di haruskan menyusun strategi dan harus selalu kompak. Contohnya saat lomba bakiak berkelompok yang di haruskan melangkah dikaki yang sama agar cepat mencapai finis. Hal ini membuat kita saling bekerja sama dan memperkuat komunikasi.

3. Baik untuk kesehatan

Banyak kegiatan yang mengharuskan kita untuk berlari, meloncat, memanjat dan mengangkat beban berat untuk memenangkan perlombaan. Hal ini membuat kita mengeluarkan keringat dan melenturkan badan yang memang bagus untuk kesehatan. Tapi harus di ingat pemanasan itu perlu dilakukan agar tidak cedera ya.

4. Meningkatkan percaya diri

Dengan berani mendaftarkan diri dan mengikuti lomba tujuh belasan seseorang tersebut sudah bisa meningkatkan percaya dirinya. Contohnya saat mengikuti lomba sepak bola bagi pria sambil menggunakan daster, walau sedikit malu pemain terus berlari dan menyepakkan bolanya agar bisa gol. Mulai membiasakan diri tampil di depan umum dan di tonton banyak orang saat lomba, merupakan satu pembelajaran yang bisa mengasah kepercayaan diri.

5.Menambah pengalaman

Benar pengalaman adalah guru terbaik hidup ini. Ini juga yang kita rasakan saat kita mengikuti lomba 17-an, bukan hanya sekedar ramai-ramai dan capek yang di dapat strategi untuk menang dan sabar juga kita dapatkan dari sini. Saat kita lomba makan kerupuk kita di haruskan sabar saat kerupuk terus goyang terkena angin. Saat kita panjat pinang kita di haruskan membuat strategi yang pas untuk susunan orang agar pemain terahir bisa sampai puncak. Pengalaman kecil ini bisa kita dapatkan di lomba 17-an.

Tr. Noverina

Editor :ryzki alhaj

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)