Gebrak Meja Mr. Hasan dan Terlilitnya Sang Merah Putih di Lapangan Fukuraido

Gebrak Meja Mr. Hasan dan Terlilitnya Sang Merah Putih di Lapangan Fukuraido

- in Lifestyle, Sosok
316
0

Teropongonline,Medan-Peristiwa pengumuman kemerdekaan di Lapangan Fukuraido atau yang saat ini dikenal dengan Lapangan Merdeka menyisakan berbagai cerita

Dikisahkan oleh Drs.Muhammad TWH (Tok Wan Haria) seorang Jurnalis senior yang juga merupakan veteran perjuangan kemerdekaan dan salah satu pendiri Harian Mimbar Umum (Surat kabar tertua di Sumatera) ketika dirinya mewawancarai Mr. Teuku Muhammad Hasan sebagai orang yang pertama kali mengumumkan kemerdekaan Indonesia bagi masyarakat Sumatera di Lapangan Fukuraido.

Diceritakan Muhammad TWH, bahwa pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia Mr.Teuku Muhammad Hasan bersama Achmad Thahir dan beberapa tokoh Barisan Pemuda Indonesia (BPI) perwakilan Sumatera terbang ke Jakarta dalam rangka bergabung dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

Pada saat peristiwa perumusan teks Proklamasi di rumah Laksamana Maeda Jalan. Imam Bonjol No.10. Diakhir setelah perumusan teks selesai dilakukan oleh Soekarno, Muhammad Hatta, dan Achmad Soebarjo muncul sebuah kebingungan terkait siapa yang akan menandatangani teks Proklamasi tersebut

Perdebatan pun muncul, beberapa kalangan menginginkan yang menandatangani teks Proklamasi tersebut adalah semua orang yang hadir di tempat itu

Namun, menurut cerita Muhammad TWH, Mr. Teuku Muhammad Hasan yang hadir ketika itu sempat menggebrak meja dalam perdebatan siapa yang akan menandatangani teks Proklamasi

” Mr. Hasan gebrak meja di perdebatan itu dan mengatakan cukup Soekarno dan Hatta yang menandatangani teks Proklamasi sebagai perwakilan rakyat Indonesia,” kata Muhammad TWH seperti dijelaskan oleh Mr. Teuku M. Hasan ketika ia memewawancarainya

Di samping peristiwa itu, Muhammad TWH juga mengatakan bahwa ketika Mr. Teuku Muhammad Hasan bersama Achmad Thahir, Soegondo dan beberapa tokoh BPI lainnya menyampaikan bahwa teks Proklamasi sudah dikumandangkan di Jakarta

Pengibaran bendera merah putih pun dilakukan di hadapan ribuan masyarakat yang hadir membludak hingga Istana Maimun kala itu. Namun, menurutnya Mr. Teuku Muhammad Hasan sempat menceritakan kepadanya saat itu bendera merah putih yang telah di naikkan setengah tiang terlilit dengan tali sehingga tidak berkibar

Namun, ketika bendera mencapai ujung tiang. Mendadak angin berhembus kencang sehingga bendera yang tadinya terlilit pun berkibar yang kemudian menimbulkan suasana haru ketika itu

” Saya saat itu masih berada di pulau Jawa. Belum bisa masuk ke Sumatera karena perbatasan Sumatera – Jawa masih dijaga ketat oleh serdadu Jepang. Namun, ketika mendengar kabar tersebut saya menangis haru. Maka saya menilai ada pertolongan Tuhan dalam meraih kemerdekaan kita ini,” jelas Muhammad TWH

Selain itu, Muhammad TWH juga menceritakan pada masa yang bersamaan itu juga terjadi keributan antara pasukan Barisan Pemuda Indonesia dengan para serdadu Jepang di bangunan depan Lapangan Fukuraido yang saat ini berdiri Hotel Grand Aston Medan

Pasalnya, para pemuda BPI ketika bendera merah putih berkibar di Lapangan Fukuraido mereka menurunkan bendera Jepang yang berkibar di bangunan tersebut

Tak lama setelah itu, serdadu Jepang yang berjumlah sekitar 10 orang kembali menurunkan bendera Merah Putih dan menaikkan bendera Jepang

Menurut Muhammad TWH peristiwa itu sempat berlangsung tiga kali sebelum akhirnya para serdadu Jepang tersebut lari karena para pemuda BPI sudah mulai ingin menghajar mereka

Hingga saat ini, rumah Muhammad TWH yang juga seorang Jurnalis di masa kemerdekaan tersebut yang terletak di Jalan Sei Alas No.6 Kota Medan ini rutin diadakannya perjuangan kemerdekaan setiap hari pahlawan tanggal 10 November dan hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Mahasiswa Merokok di Area Larangan Merokok

Teropongonline, Medan-Terlihat dua orang mahasiswa yang sedang merokok