Yuk, kenali beberapa efek jika terlalu banyak makan daging!

Yuk, kenali beberapa efek jika terlalu banyak makan daging!

- in Artikel
352
0

Teropongonline,Medan-Hai sobat pong pong, tidak dimungkiri, Idul Adha memang identik dengan sajian daging sapi maupun kambing. Jadi, tidak mengherankan jika menu yang tersaji di meja makan selama beberapa hari ini didominasi oleh hidangan berbahan daging, baik daging kambing atau daging sapi.

Konsumsi protein hewani memang bermanfaat banyak bagi tubuh. Selain memperbaiki sel-sel yang rusak, juga meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu meningkatkan fungsi otak. Daging juga memiliki senyawa karsinogenik contohnya HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi. Sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging. k keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker.

Namun jika terlalu banyak menyantap daging bisa berdampak buruk bagi tubuh. Ini akibat yang bisa terjadi, jika makan daging hewan berlebihan.

  1. Berat badan meningkat

Meski diet tinggi protein pada awalnya dapat membantu menurunkan berat badan, hal tersebut hanya berlaku dalam jangka pendek. Selain itu, pemilihan jenis daging pun turut berpengaruh. Mengonsumsi daging tinggi lemak juga tetap saja dapat meningkatkan berat badan dan kadar kolesterol Anda. Daging yang rendah lemak pun bila asupannya melebihi kebutuhan tubuh dapat diubah dan disimpan sebagai lemak.

  1. Bau mulut

Mengonsumsi terlalu banyak daging dapat menyebabkan bau mulut. Ini karena protein yang berlebihan nantinya akan diubah menjadi benda keton. Keton inilah yang menjadi biang keladi timbulnya bau mulut.

  1. Berat badan naik

Memang memakan sajian berbahan daging bisa menjadi solusi untuk menurunkan berat badan, tapi  hal itu hanya bersifat seementara. Efek selanjutnya adalah berat badan Anda perlahan tapi pasti mulai merangkak naik.

Hal itu terjadi lantaran tubuh akan mendapatkan protein yang lebih banyak. Sehingga bukannya berat badan turun malah merangkak naik.

  1. Konstipasi

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging umumnya kurang mengonsumsi sayur dan buah. Karena asupan serat yang kurang, maka mereka rentan terkena konstipasi. Konstipasi yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir.

  1. Dehidrasi

Konsumsi daging yang berlebihan akan menumpuk nitrogen – hasil pemecahan protein – di dalam darah. Akibatnya tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan nitrogen tersebut, salah satunya melalui urine. Apabila terlalu berlebihan, air yang keluar dari tubuh melalui urine pun akan berlebihan sehingga menyebabkan risiko dehidrasi, terutama jika Anda tidak minum dengan cukup.

  1. Gangguan ginjal

Asupan daging yang berlebih dapat memperberat kerja ginjal, karena ginjal akan berusaha untuk mengeluarkan nitrogen dari dalam tubuh melalui urine. Makin banyak daging yang Anda konsumsi, maka makin berat pula kerja ginjal Anda.

Terlebih jika fungsi ginjal seseorang sudah mengalami penurunan, maka gangguan ginjal akan bertambah berat. Karena itulah, mereka yang memiliki gangguan ginjal derajat tertentu dianjurkan dokter untuk membatasi daging.

  1. Penyakit jantung

Konsumsi daging terlalu banyak, terutama yang tinggi lemak seperti daging merah, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, daging unggas dan ikan menurunkan risiko tersebut.

  1. Kanker

Konsumsi daging, terutama daging merah, yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kanker, yakni kanker usus besar, payudara, dan prostat. Sementara itu, mereka yang membatasi asupan daging merah didapati memiliki penurunan risiko terhadap kanker-kanker tersebut.
Disinyalir bahan-bahan yang terkandung dalam daging merah, seperti hormon, zat karsinogenik, dan lemak, yang bertanggung jawab terhadap terjadinya kanker.

Tapi sobat pong pong, tak hanya nikmat, konsumsi daging juga menguntungkan bagi tubuh. Protein di dalamnya penting untuk pembentukan dan perbaikan dari berbagai organ, otot, kuku, rambut, tulang, sendi, kulit, dan darah.
Namun, asupan daging olahan tetap harus dikontrol dan batasilah agar tidak lebih dari 50 gram per hari (cooked weight/berat setelah dimasak). Dengan menu makanan yang seimbang, tubuh pun akan senantiasa sehat.

Reporter : Widya Mega Lestari

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali