Masjid Azizi, Warisan Kesultanan Langkat

Masjid Azizi, Warisan Kesultanan Langkat

- in Artikel, Lifestyle, Ragam
654
0

Teropongonline,Medan-Masjid Azizi bangunan megah yang terdapat di atas tanah seluas 6 hektar berdiameter 25×25 meter dengan ketinggian mencapai 30 meter berdiri kokoh di pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh bertempat di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat,Medan. Masjid bersejarah ini didominasi warna kuning dan hijau yang dari kejauhan dapat terlihat jelas,sangat menarik perhatian warga yang melintas atau bahkan rela singgah untuk mengetahui lebih lanjut terhadap bangunan peninggalan kesultanan Melayu di Langkat atau bahkan hanya berswafoto saja.

Masjid Azizi ini dibangun pada masa keemasan kesultanan Langkat yang pada saat itu hasil bumi berupa minyak dari Pangkalan Berandan sangat melimpah, selain itu letak Kesultanan yang sangat strategis dilalui oleh Jalur sungai Wampu juga mempermudah semua material yang didatangkan langsung dari Malaysia dan Singapura. “Pembangunan masjid ini menghabiskan ratusan ribu ringgit Malaysia dan memakan waktu hamper 4 tahun lamanya,” kata Abul Hasan, Bendahara BKM Masjid Azizi.

“Awalnya masjid Azizi ini didirikan pada masa pemerintahan Sulltan H.Musa (1840-1893)  namun dikarenankan Sultan H.Musa sudah tidak ingin lagi memegang pemerintahan, maka dialihkanlah pemerintahan ke anaknya, yaitu Sultan Abdul Aziz (1893-1912) yang pada saat itu masih berusia 16 tahun. Pada saat itulah di tahun 1898 mulai dilanjutkan lagi pembangunan dan selesainya pada tahun 1902 Juni,tanggal 13 yang juga diresmikan langsung oleh Sultan Abdul Aziz,” lanjut penjelasan Abul.

Masjid yang memilki arsitektur tingkat tinggi ini dirancang oleh seorang kebangsaan Jerman dan dibantu para pekerja orang Tionghoa juga masyarakat sekitar Kesultanan Langkat. Interior dalam Masjid khas nuansa Masjid timur tengah yang dipenuhi kaligrafi di setiap sudut dindingnya serta banyak juga pilar di dalam masjid yang memperindah bagian dalam masjid. Serta arsitektur luarnya terdapat lebih dari 5 kubah besar dan menara yang menjulang ke atas yang juga seolah menandakan layaknya masjid di India. Tampak yang paling menarik ialah perpaduan warna masjid, hijau dan kuning yang merupakan warna khas Melayu Islam.

Terdapat 3 pintu utama pada Masjid ini, di sisi timur,utara dan selatan. Sedangkan arah barat merupakan kiblat ataupun arah salat jama’ah. Sementara itu pintu masuk utama yang mengarah pada jalan lintas Medan-Banda Aceh,yaitu bagian utara. Selai itu pada bagian barat luar Masjid terdapat juga makam para Sultan Langkat dan juga keluarga hingga guru ngaji para Sultan serta pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah. Sedangkan di sisi timur bagian Masjid terdapat Balai Pustaka Tengku Amir Hamzah yang di dalamnya terdapat koleksi tulisan Tengku Amir Hamzah. Dibagian belakang Masjid berdiri Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tanjung Pura.

STAI Tanjung Pura didirikan pada masa pemerintahan Sultan Abdul Aziz “Konon katanya, Sultan Abdul Aziz sangat peduli akan dunia pendidikan khususnya pendidikan Agama Islam. Maka didirikanlah sekolah tersebut, selian itu Sultan Abdul Aziz juga suka berbaik hati memberangkatkan jama’ah ataupun warga yang mau menuntut ilmu ke Kairo, Moroko dan Negara Timur Tengah lainnya,” lanjut cerita Abul Hasan.

“Masjid yang mampu menampung 2.000 jama’ah ini merupakan bangunan cagar budaya yang mestinya kita semua harus melestarikan dan menjaga warisan peninggalan Kesultanan Langkat. Walau sebenarnya Masjid Azizi ini sampai sekarang masih dibawah naungan dan tanggungjawab dari keturunan Sultan Langkat, tapi tidak ada salahnya kita sama-sama menjaga dan juga menyebarluaskan sejarah membanggakan ini kepada generasi penerus kita. Agar sejarah ini tidak akan pernah pudar dikikis zaman,” tutup Abul.

Reporter : Mahda Rafsanjani

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali