Ada apa dengan ibu kota ?

Ada apa dengan ibu kota ?

- in Opini
303
0

Teropongumsu, medan – “Pemindahan ibu kota itu hanyalah alasan yang di buat oleh pemerintah untuk membangun. Pindah atau tidak pindah nya ibu kota, RAKYAT TIDAK PENTING !”
.
Ibu kota indonesia DKI Jakarta kembali diwacanakan akan dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan. Dan beberapa hari yang lalu Presiden kita bapak Joko Widodo baru saja meresmikan pemindahan ibu kota tersebut tepatnya dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan.
.
Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota yang lain sebenarnya bukan merupakan hal baru bagi Indonesia. Sejak masa pemerintahan Soekarno, SBY, sampai Jokowi beberapa wacana pemindahan ibu kota sudah pernah bergulir berkali-kali dari masa ke masa. Ibu kota Indonesia juga pernah diwacanakan akan pindah dari Jakarta ke Yogyakarta meskipun akhirnya gagal.
.
Pemerintah mengatakan bahwa ibu kota Indonesia harus segera dipindahkan, sebab di Jakarta sudah terlalu banyak masalah yang membelenggu dan sampai saat ini belum juga terselesaikan. Pemerintah mengatakan dengan dipindahkannya ibu kota juga akan berdampak pada pembangunan peradaban di daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Sebenarnya, Pemerintah mengkaji temuan para ahli mengenai patahan lempeng bawah tanah di Jakarta, patahan ini dinamakan sesar baribis. Sesar ini berada di bawah pasar rebo, jagakarsa hingga tanggerang. Permasalahannya adalah gempa besar pernah terjadi ratusan tahun lalu di masa hindia-belanda, dan tidak dipungkiri kalau gempa besar akan terjadi lagi di Indonesia seperti pada masa hindia-belanda.

Pemerintah Indonesia tidak mau mengambil pusing mengenai hal ini, dengan demikian upaya pemindahan ibu kota segera di lakukan sebab ingin hindari kelumpuhan negara akibat bencana yang mungkin akan datang sewaktu-waktu di pusat administrasi yaitu ibu kota Jakarta. Belum lagi resiko dari bencana-bencana lainnya seperti resiko banjir dan juga kepadatan penduduk.
.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KPPN/Bappenas) menyatakan ibu kota Negara akan pindah ke Kalimantan Tengah Karena infrastruktur, sarana dan prasarana yang dibutuhkan ada di sana. Alasan lainnya mengapa Kalimantan menjadi kandidat terpilih adalah karena Kalimantan memiliki wilayah yang luas, letaknya yang berada di tengah wilayah Indonesia dan minim terjadi gempa bumi (karena tidak ada gunung berapi yang aktif) Selain itu, ia juga mempunyai proporsi penduduk yang kecil.
.
Dikutip dari Wikipedia, Ibu Kota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di indonesia yang memiiki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut pulau jawa. Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia. Jakarta dengan penduduk sekitar 28 juta jiwa ini juga sering di sebut sebagai kota metropolitan, kota yang menjadi pusat bisnis, politik, dan kebudayan serta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing.

Isu Pembangunan

Di tengah rezim yang selalu memberi kemudahan pada pembisnis dengan mengabaikan kepentingan rakyat dan keadilan sosial, proyek pembangunan ini nampaknya sudah menjadi incaran bagi pengusaha-pengusaha properti, transportasi, sumber daya listrik, dan pangan.
Proyek pembangunan ini berkisaran di atas 400 trilliun, proyek yang harus disediakan adalah sarana transportasi, instalasi listrik, pembangunan infrastruktur, pembangunan puluhan gedung kementrian dan parlemen, dan tidak ketinggalan perumahan pegawai. Bisa kita hitung proyek apa saja yang dibutuhkan sebuah kota untuk menjadi ibu kota dan berapa nilainya ?
.
Proyek pembangunan inilah yang diincar oleh para kontraktor dalam negeri dengan lemahnya ketahanan transparansi dan kredibilitas pemerintah, dimana pemerintah rawan dijadikan sebagai boneka pembisnis. Oleh karena itu pemerintah sangat mudah dipengaruhi. Akan banyak proyek-proyek yang menjadi tidak terpakai karena ulah para pembisnis, yang mana proyek ini dibuat dengan alasan pemerataan. Seperti contohnya yaitu pembangunan pembangkit listrik di sulawesi atas belitan kalla group atau proyek perumahan di jakarta dari Agung sedayu-podomoro group. Belum lagi puluhan proyek yang dibawa pulang luhut dari cina, dan juga pengusaha lokal yang tidak beretika.
.
Sepertinya pemerintah membuat pembangunan di negeri ini tidaklah sesuai dengan kebutuhan rakyat tetapi melainkan sesuai dengan rencana para pembisnis. Dan pemerintah belum punya aturan yang jelas mengenai hal tersebut.

Dana yang berkisaran diatas 400 trilliun tersebut dari pada di gunakan untuk membangun kota menjadi sebuah ibu kota baru dimana harus membangun semua dari awal, membangun gedung-gedung baru seperti MPR, DPR, dll. Lebih baik dana tersebut dialokasikan untuk mensejahterkan masyarakat kita yang sampai saat ini tidak sekolah, bahkan putus sekolah, susah mengecam dunia pendidikan dan untuk masalah negara kita yang lainnya. Namun, hal ini sudah menjadi keputusan presiden dan pemerintah kita, sebagai masyarakat yang cinta terhadap tanah air mari kita sama-sama merawat dan menjaga bumi pertiwi yang indah ini.
.
Dari pemindahan ibu kota Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah di harapkan bisa membawa banyak dampak positif untuk masyarakat Indonesia dan kemajuan Indonesia sendiri. Pemerintah diharap bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan semoga masalah dalam pembangunan infrastruktur bisa lebih merata ke semua daerah-daerah yang ada di Indonesia.
.
Pindahnya ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan ini perlu pengawasan kita bersama dimana Kalimantan yang masyarakatnya belum terbiasa dan terdidik untuk urusan politik dan ekonomi yang mungkin akan menyebabkan kebatilan jika tanpa dikawal dan diawasi.

Tr : Kusnadila Anandari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Syarat Menjadi Wirausaha yang Sukses

Teropongonline, Medan-Steve Jobs, Walt Disney, Benyamin Franklin, Hans