PoLeMon, Alat Perangkap Hama Karya Mahasiswa UMSU

PoLeMon, Alat Perangkap Hama Karya Mahasiswa UMSU

- in Kabar Kampus
483
0

Teropongonline, Medan – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Eqy Astanza (Mahasiswa semester empat Agribisnis), Witri Aulia (Semester 6 Agroteknologi), dan Wahyudi (Semester 6 Teknik Elektro) membuat sebuah inovasi berupa sebuah alat perangkap hama yang diyakini dapat membantu petani dalam mengendalikan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens).

Eqy Astanza menjelaskan Wereng batang coklat atau WBC yang bernama latin Nilaparvata lugens merupakan salah satu hama utama dan berbahaya pada tanaman padi. Sebenarnya, lanjut Eqy WBC merupakan hama dengan wilayah serangan yang terbatas. Namun, saat ini WBC menjadi hama utama pada tanaman padi. Hama ini dapat menyebabkan hoopeburn dimana tanaman padi terlihat kering seperti terbakar. Hal tersebut terjadi karena WBC menghisap cairan sel pada batang tanaman padi, menularkan penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput.

Untuk mengatasi hal ini, kelompok ini meluncurkan suatu inovasi berupa alat perangkap hama yang bernama PoLeMoN (Portable Leafhopper Trap Technology With Feromon). Untuk diketahui, Feromon adalah sebuah cairan nabati yang berfungsi sebagai penarik hama, sehingga saat alat ini dihidupkan maka alat ini akan otomatis menyemprotkan cairan feromon dan bola lampu akan menyala.

” Hama ini akan mencium bau dari feromon dan tertarik dengan cahaya lampu, sehingga ketika hama ini datang akan terjebak dialat yang sudah dilekat dengan lem. Keunggulan dari alat perangkap hama ini adalah dapat menekan penggunaan pestisida sehingga petani tidak perlu menyemprotkan pestisida untuk membasmi hama,” kata Eqy.

Harga yang ditawarkan dari alat ini satu buah adalah Rp. 250,000 menurut mereka harga ini sudah ramah dikantong dan mereka juga berharap banyak investor – investor yang mau bekerja sama untuk membuat alat ini sehingga alat ini dapat memasuki pasar internasional.

Eqy dkk berharap melalui alat ini kedepannya petani dapat mengoptimalkan hasil panen tanaman padi sehingga Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras untuk menjaga keamanan pangan. Mereka juga mengharapkan produk ini dapat menjadi solusi untuk petani dalam membasmi hama wereng pada tanaman padi mereka dan juga untuk kedepannya produk ini akan dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk kedepannya sehingga dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

” Selain itu kami juga berharap dan berdoa agar karya kami ini dapat lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke-32,” tukasnya.

Reporter : M Agung safari harahap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali