Situasi Memanas Usai Sholat, Kapolrestabes: Saya Cinta Kalian Semua

Situasi Memanas Usai Sholat, Kapolrestabes: Saya Cinta Kalian Semua

- in kabar medan
252
0

Teropongonline,Medan-Usai sholat tarawih berjamaah peserta aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut pada Jum’at (24/05/2019) sempat memanas.

Ketika perintah dari mobil komando diserahkan kepada para Mahasiswa, peserta aksi tampak semakin bersemangat dan bergelora sembari menyanyikan beberapa yel – yel. Namun, entah siapa yang memulai situasi sempat memanas. Massa memukuli pagar kawat berduri yang dibentangkan oleh pihak Kepolisian di sepanjang pintu masuk Kantor DPRD Sumut dan mulai melempari botol air mineral ke arah Polisi yang berjaga di pintu utama Kantor DPRD Sumut.

” Jangan, jangan ada yang melempar. Tetap satu komando. Jangan ada yang terprovokasi. Hati – hati penyusup,” teriak salah seorang Mahasiswa dari mobil Komando.

Dandim 0201/BS Kolonel. Inf. Yuda Rismansyah sempat berusaha menenangkan massa dengan naik ke atas mobil komando dan menghimbau massa untuk tetap tenang. ” Semuanya tenang, situasi sudah semakin tidak kondusif. Maka saya sarankan kepada saudara – saudara sekalian untuk kembali. Kita selesaikan aksi kita sampai disini,” kata Dandim.

Namun, himbauan Dandim tersebut tak diindahkan oleh massa yang sudah semakin tersulut emosi. Mereka semakin meneriakkan pihak Kepolisian yang terlihat telah membentuk barisan dengan tameng dan mempersiapkan mobil water cannon di belakang pintu utama Kantor DPRD Sumut.

Massa meminta agar Kapolrestabes Medan datang menemui mereka dan memberikan klarifikasi terkait aksi represif aparat Kepolisian yang terjadi di Jakarta beberapa hari ini. Kapolrestabes Medan Kombes. Pol. Dadang Hartanto akhirnya bersedia menemui massa aksi didampingi oleh Dandim 0201/BS Kolonel. Inf. Yuda Rismansyah.

” Adik – adik Mahasiswa sekalian mohon tenang. Saya dengan segenap jiwa dan raga saya menjaga aksi ini mulai dari kemarin di Bawaslu dengan keringat. Saya tidak mungkin melukai adik – adik sekalian. Karena saya cinta kepada adik – adik sekalian. Ini dari lubuk hati saya yang paling dalam. Tidak akan mungkin saya melukai kalian. Dambaan kita sama yaitu mati syahid,” ungkap Dadang dihadapan ratusan massa aksi.

Terkait apa yang terjadi di Jakarta, Dadang mengatakan jika pihak Kepolisian memang terbukti melakukan kesalahan akan dilakukan penindakan yang sama dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Massa mulai tenang ketika Pimpinan Aksi yaitu Presidium GNKR Prabualam Syahputra dan Ketua Umum GNPF Ulama Sumut Ustadz Heriansyah datang ke lokasi.

” Saya bertanggung jawab untuk mengatur ritme aksi ini. Dalam perjuangan kita juga dibutuhkan kesabaran. Yang penting gaung gerakan kita untuk menjatuhkan rezim ini tidak runtuh. Hari ini kita gelorakan di Sumut. Besok – besok kita harapkan menggelora di seluruh tanah air. Kalau sudah begitu rezim ini pasti akan jatuh,” teriak Prabualam yang juga mantan aktivis reformasi 1998 ini.

Kedua pihak yaitu Pimpinan Aksi GNKR dan Kapolrestabes Medan serta Dandim 0201/BS juga beberapa perwakilan Mahasiswa terlibat diskusi di depan pintu utama Kantor DPRD Sumut. Mahasiswa meminta Kepolisian dan DPRD Sumut menyatakan sikap mendiskualifikasi pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Namun, Kapolrestabes Medan mengatakan bahwa itu bukan merupakan kewenangan pihak Kepolisian.

Di tengah diskusi, hadir Sekretaris DPRD Sumut Erwin Lubis SH, MM guna mendengar aspirasi dari GNKR Sumut dan Mahasiswa. Dirinya pun langsung menghubungi Ketua DPRD Sumut H. Wagirin Arman dihadapan perwakilan GNKR dan Mahasiswa. Ketua DPRD Sumut setuju untuk bertemu dengan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya pada hari Senin mendatang. Kalangan Mahasiswa meminta Sekretaris DPRD Sumut Erwin Lubis untuk menandatangani surat perjanjian agar DPRD Sumut bersedia menemui mereka dan menyatakan sikap pada hari Senin (27/05/2019) mendatang.

Massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 23.05 WIB setelah diperintahkan oleh Ustadz Heriansyah dari mobil komando. Rencananya massa GNKR Sumut akan kembali melakukan aksi pada hari ini Sabtu (25/05/2019) di Markas Polda Sumut guna mengawal Ustadz Heriansyah yang diperiksa dalam kasus dugaan makar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

PK IMM FEB UMSU Laksanakan DAD

Teropongonline, Medan-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)