Syekh Asal Palestina Terangkan Kondisi Gaza Saat Ini

Syekh Asal Palestina Terangkan Kondisi Gaza Saat Ini

- in Politik
273
0

Teropongonline.com,Medan-Syekh Abdalrahman N. M. Murad asal Palestina menjelaskan kondisi terkini yang dihadapi oleh masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang sedang diekspansi oleh pasukan Zionis Israel beberapa minggu terakhir. Hal ini diungkapkannya dalam acara buka bersama dan pemaparan kondisi terkini Gaza yang digelar oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di meeting room Mi Ayam Jamur H. Mahmud Jalan. Abdullah Lubis, Selasa (14/05/2019).

Serangan yang dilakukan oleh pasukan Zionis Israel bermula pada dua malam menjelang Ramadhan. Serangan udara dari Israel yang melintasi perbatasan Gaza terus digencarkan. Serangan udara dilancarkan sedikitnya di 60 wilayah yang menjadi target sasaran, seminggu yang lalu. Sejak serangan tersebut, 27 jiwa telah melayang, 177 terluka, dan 700 bangunan di sepanjang Jalur Gaza luluh lantak.

Merespons krisis tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memasifkan bantuan Ramadhan untuk Palestina. Hal ini disampaikan oleh Ahyudin selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam konferensi pers bertajuk ” Bersama Bela Palestina Dengan Kedermawanan ” di bilangan Jakarta Selatan, seminggu yang lalu. Ia memaparkan, kini warga Palestina mesti hidup dalam kondisi kebingungan yang luar biasa. Mereka tak hanya hidup dalam bidikan teror, namun juga dalam belenggu krisis pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

” Tanpa serangan kali ini pun, kehidupan negara itu sudah lumpuh. Bayangkan, 86% dari mereka hidup tergantung dari uluran tangan bangsa lain. Jadi mari kita bayangkan kehidupan yang sedemikian dramatisnya dan sedemikian luluh lantaknya akibat dari serangan ini,” ujar Ahyudin. ACT menyebutkan bahwa 10.000 ton bahan pangan akan disalurkan ke Palestina dan sudah dimulai sejak awal pekan ini.

Sampai hari ini, nasib Palestina masih menjadi sorotan dunia. Intimidasi, penjajahan, pelanggaran HAM paling berat yang pernah diterima di muka bumi ini terus berulang selama bertahun – tahun. Di Kota Gaza, 2020 nanti diprediksi tak lagi layak dihuni manusia. Sumber pangan, air bersih, hingga lapangan pekerjaan terbatas. Entah sampai kapan Palestina mampu bertahan dengan segala nestapa yang ada.

Namun begitu, ikhtiar hebat terus berlanjut. Bertepatan dengan hari Senin, 13 Mei 2019, Pukul 11:00 waktu Gaza, seremoni proses distribusi dan konvoi 10 truk yang memuat 250 ton bantuan dari total target 10.000 ton bantuan paket pangan telah rampung terlaksana. Paket pangan ini didatangkan langsung dari Indonesia Humanitarian Center yang telah beroperasi sejak Maret lalu. Proses ini dihadiri oleh perwakilan 16 NGO Palestina yang nantinya akan membantu proses distribusi bantuan kepada masyarakat Gaza. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Gaza.

Sementara itu, di Medan Syekh Abdalrahman N. M. Murad saat berbuka puasa dengan media mengatakan bahwa saat ini di Gaza mengalami beberapa krisis yang sangat memerlukan bantuan. Saat ini dijelaskannya 41% penduduk terancam kelaparan, 25% anak – anak membutuhkan bantuan psikososial, hingga keterbatasan air bersih.

” Ketakutan masyarakat Palestina hingga mengatakan di tahun 2020 Kota Gaza sudah tidak layak huni. Hal ini bisa dicegah dengan bersatunya ummat Muslim di seluruh dunia untuk membantu membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan Israel,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya Indonesia yang terus – menerus mengalirkan bantuan ke Palestina. Namun, negara – negara muslim lain seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Lebanon, Kuwait, Mesir, Arab Saudi, Turki dan beberapa negara lainnya juga turut memberikan bantuan. Syekh Abdalrahman juga menyebut Mesir adalah negara yang paling sering memberikan bantuan dalam bentuk bangunan. Rumah – rumah pemukiman penduduk yang telah hancur oleh bom dan rudal Israel sering dibangun kembali oleh Mesir.

” Saya datang ke Indonesia memang bukan atas nama pemerintah Palestina. Saya datang kesini untuk bertemu langsung dengan orang – orang Indonesia yang sudah terus membantu kami dan mengucapkan terima kasih. Saya juga berharap agar bantuan – bantuan terus disalurkan ke Palestina. Karena kami saat ini dalam kondisi yang benar – benar tidak berdaya,” bebernya.

Sementara itu, lanjut Syekh Abdalrahman negara – negara Eropa dan Amerika seperti Inggris, Kanada, Prancis, Swiss, Italia, Amerika Serikat dan lainnya juga turut membantu Israel guna menduduki wilayah Palestina.

” Maka saya berharap kita muslim di seluruh dunia dapat bersatu dan membebaskan Palestina dan juga Masjid Al – Aqsha. Kami disana penuh dengan teror dan intimidasi dari tentara – tentara Israel. Terkadang tidak jarang kami dipaksa untuk keluar rumah kemudian disiksa dan ditembak tanpa bersalah. Beberapa bulan lalu contohnya, di tepi barat ada seorang pemuda yang dibakar hidup – hidup oleh tentara Zionis Israel,” tutur Syekh Abdalrahman.

Reporter : Agung Harahap

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Efek Terlalu Sering Bergadang Bagi Wanita

Teropongonline, Medan-Idealnya, waktu tidur orang dewasa minimal 7-8