OIF UMSU Masih Menjadi Pilihan Pemko Medan Saat Melakukan Pengamatan Hilal

OIF UMSU Masih Menjadi Pilihan Pemko Medan Saat Melakukan Pengamatan Hilal

- in Kabar Kampus, kabar medan
321
0

Teropongonline, Medan – Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) yang terletak di Gedung Pascasarjana UMSU Jalan Denai, No 217 masih menjadi pilihan Pemerintah kota Medan dalam melakukan pengamatan hilal untuk menentukan jatuhnya satu Ramadhan 1440 H. Minggu, (5/5/19).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMSU Dr Agussani MAP, Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S, M Si MH, para alim ulama kota Medan serta pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam pengamatan hilal ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi elongasi dan ketebalannya yang dilakukan setelah matahari tenggelam.

Rektor UMSU Dr Agussani M AP mengaku senang menerima kepercayaan menjadi tempat pengamatan penentuan satu Ramadhan. “Kami dengan senang hati menerima keputusan dari Pemko Medan, ini adalah bentuk sinergi antara pihak Pemerintah dengan Perguruan Tinggi,”ujarnya.

Dr Agussani MAP juga mengutarakan keinginannya untuk membangun cabang OIF UMSU di Barus agar dapat mengamati hilal (rukyat) lebih jelas. “Kami akan sangat senang jika dapat berkontribusi dengan baik untuk Pemerintah kota Medan, kami tahu dengan kondisi kita yang sulit untuk mengetahui letaknya bulan dan sebagaiannya. Maka dari itu kami sedang membangun cabang dari OIF di Barus nanti,”tandasnya.

Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S. M Si MH menyatakan beragam metode metode yang dilakukan dari berbagai pihak untuk menentukan awal ramadhan harusnya bukan menjadi bahan untuk dipersoalkan . “Dalam menentukan 1 Ramadhan sangat beragam cara dan metode yang digunakan berbagai pihak, harusnya bukan menjadi hal untuk dipermasalahkan sebab metode satu dan lainnya saling mendukung,”pungkasnya.

Pemaparan posisi hilal disampaikan Rahayu selaku perwakilan BMKG kota Medan, awalnya Rahayu mengaku pesimis melihat cuaca yang tidak mendukung. “Arah dan kecepatan angin tenggara 20 km/jam, tadi saya sangat pesimis karena arah angin dari tenggara ke barat laut sehingga awan terlihat terbawa,”katanya.

Lebih lanjut Rahayu menambahkan bahwa berdasarkan pengamatan BMKG, posisi hilal sudah bisa dibilang masuk ke dalam satu Ramadhan. “Ketinggian hilal di Medan 5 derajat, 35 poin, 72 menit, pada derajat ini hilal sudah masuk dan kita menyakini bahwa besok kita sudah memasuki 1 Ramadhan,”tambahnya.

Reporter : Clara Wirianda

Editor : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Mahasiswa Langgar Aturan Merokok di Kampus

Teropongonline, Medan-Terlihat dua orang mahasiswa yang sedang merokok