Lulusan FKIP UMSU Dibekali SKPI Kewirausahaan

Lulusan FKIP UMSU Dibekali SKPI Kewirausahaan

- in Kabar Kampus
670
0

Teropongonline, Medan – Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) stambuk 2015 mulai jalani syarat-syarat untuk melengkapi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Salah satu syarat yang mencakup SKPI yaitu uji kewirausahaan, uji komprehensif Al Islam dan Kemuhammadiyahan dan Test Of English as an Foreign Language (TOEFL) bagi mahasiswanya. Sabtu, (04/05/19).

SKPI merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan institusi Perguruan Tinggi yang berisikan pencapaian akademik, capaian pembelajaran dan kualifikasi lulusan pendidikan tinggi mahasiswa. Di FKIP UMSU, sistem SKPI bagi mahasiswa sudah diberlakukan untuk stambuk 2015 yang mengacu pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sejak tahun 2015 silam. SKPI digunakan sebagai syarat pendamping skripsi bagi mahasiswa, FKIP menjadi Fakultas pertama menerapkan kurikulum KKNI.

Lila Basmala selaku Sekretaris Pusat Kewirausahaan Inovasi dan Inkubator Bisnis (PUSKIIBI) menilai dari ketiga tersebut, yang perlu diperhatikan sekarang ialah kewirausahaan. Sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) terkait, standart kerangka kerja Indonesia salah satunya merupakan kewirausahaan industri, ini merupakan salah satu cara yang efektif karena dapat mengurangi pengangguran.

“Hal ini diberlakukan sebab jumlah pengangguran semakin meningkat, diharapkan dengan kemampuan kewirausahaan lulusan dari Universitas nantinya bisa mandiri, bisa bikin usaha sendiri,”pungkasnya.

Dia menambahkan ada empat kompetensi keilmuan UMSU yang harus dicapai oleh para mahasiswa yang juga berdasarkan kurikulum KKNI. “Ada empat dasar kompetensi keilmuan di UMSU yang harus dicapai mahasiswa, yaitu Al Islam dan Kemuhammadiyahan, bahasa, serta kewirausahaan yang mulai diberlakukan tahun ini karena diterapkannya kurikulum KKNI. FKIP UMSU sudah memberlakukan ini sejak 2015,”ujarnya.

Pihak Universitas dan Fakultas berkoordinasi untuk melakukan beberapa persiapan terkait diterapakannya pemberlakuan SKPI ini. “Arah-arahan langsung dilakukan oleh dosen pembimbing. Namun guna mengantisipasi hal hal yang dilupakan para dosen, kami juga mengadakan pelatihan, maka mahasiswa yang belum paham bisa mendaftar dengan kuota sekitar 30-40 mahasiswa perkelas,”tandasnya.

Reporter : Clara Wirianda, Winda Syaputri

Editor : Fuad Saleh Madhy

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

“Hati-Hati di Jalan” Warnai Playlist Warganet Saat Ini

Teropongonline, Medan- Penyanyi tanah air Indonesia, Tulus kembali