Sejarah Hari buruh

Sejarah Hari buruh

- in Artikel
245
0

Teropongonline, Medan – 1 Mei 1886 350.000 buruh mogok massal di beberapa tempat di Amerika Serikat (AS). Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, buruh dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari.

3 Mei 1886, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengirim sejumlah polisi untuk meredam mogok kerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Kalangan buruh pun marah dan mereka melakukan aksi pada 4 Mei di lapangan Haymart.

Puluhan ribu buruh yang mengikuti aksi ini, aksi yang berawal dengan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak. Tidak diketahui siapa yang meledakkan bom. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh.

Kejadian ini menyebabkan tokoh buruh ditangkap dan diadili. Bahkan pimpinan buruh pun dijatuhi hukuman gantung. Masyarakat marah atas hasil pengadilan tersebut. Mereka mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan. Aktivis buruh pun dibebaskan. Sejak saat itulah diperingati sebagai Hari Buruh.

Di Indonesia sendiri setelah era Orde Baru berakhir, setiap tanggal 1 Mei marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan melakukan demonstrasi di berbagai kota.

Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu memberikan kado bagi para buruh. Pemerintah Indonesia menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional. Libur 1 Mei mulai berlaku sejak 2014.

Bangsa yang besara adalah bangsa yang menghargai buruh. Selamat Hari Buruh bagi para buruh yang ada diseluruh Indonesia.

Reporter : M Egi Fahreza

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Antrean Kapal Pengangkut di Singapura Pemicu BBM Langka di Sumut

Teropongonline, Medan-“Masyarakat dibuat resah dengan kelangkaan yang terjadi