Ketika Kids Zaman Now Terjangkit Virus Merah Jambu

Ketika Kids Zaman Now Terjangkit Virus Merah Jambu

- in Lifestyle
444
0

Teropongonline,Medan-Pernahkah kalian mendengar virus merah Jambu? Tentu sebagian diantara kita tidak asing lagi dengan virus yang satu ini. Pasalnya, virus ini lebih dominan menjangkit kids zaman now yang sedang mengalami masa pubertas. Biasanya remaja yang mengalami masa pubertas akan mencari jati diri mereka dan ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih dari orang-orang terdekatnya. Tak hanya itu, bunga di taman hati kini mulai mekar karena adanya daya tarik terhadap lawan jenis.

Namun, apa jadinya jika taman tersebut tidak diberikan pupuk yang sesuai dengan kebutuhannya.? Mungkin tidak akan tumbuh bunga yang indah. Begitu juga dengan kids jaman now yang mulai menyukai lawan jenis namun salah dalam mengaplikasikan rasa sukanya. Pengaplikasian yang kebablasan tentu akan menimbulkan problematika pada remaja. Gak pacaran gak gaul. Ya itulah slogan mereka yang terjangkit virus merah jambu stadium akhir. Mereka kerap mengatas namakan cinta, namun realitanya untuk menyalurkan nafsu semata. Akhirnya berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi merajalela. Menurut Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, Sri Purwaningsih, tingkat remaja yang haml dan melakukan upaya aborsi mencapai 58%. 

Lantas bagaimana mencegah seseorang yang terjangkit virus tersebut? Islam merupakan agama satu-satunya yang memiliki obatnya. Yakni, Allah mengutus Rasulullah Saw. ke muka bumi sebagai pembawah Risalah-Nya. Salah satunya adalah dalam menyalurkan Gharizah Nau’ (naluri menyukai lawan jenis), dari Ibn Mas’ud ra, Rasulullah Saw. bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng). (HR Bukhari)

Dari hadis tersebut tampak jelas untuk memotivasi kepada generasi Islam untuk segera menikah jika sudah mampu. Dalam hadis di atas juga tidak ada kata pacaran untuk menyalurkan Gharizah Nau’. Karena pacaran sebelum menikah adalah sebab meningkatnya angka kehamilan di luar nikah dan aborsi setiap tahunnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra: 32, yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” Jadi, tidak pacaran bukanlah suatu yang hina dan pacaran bukanlah salah satu syarat dan rukun menikah.

Kejadian ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, generasi Islam merupakan pembawa perubahan untuk peradaban yang cemerlang. Jika Islam mengalami Lost Generation mungkin ini sejarah yang kelam bagi umat Muslim.

Disinilah peran keluarga sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter generasi Islam. Karena keluarga merupakan pendidikan pertama yang diperoleh seorang anak. Ibu yang kita kenal sebagai madrasah pertama wajib menanamkan ilmu tauhid ataupun aqidah kepada anak-anaknya. Dengan begitu akan lahir kembali generasi seperti Muhammad Al-Fatih yang diusianya ke 21 mampu menjemput Bisyarah Rasulullah Saw., yakni penaklukkan Kota Konstantinopel. Sekarang ini mereka akan menjemput Bisyarah Rasulullah untuk menerapkan Islam secara Kaffah.

Selain keluarga, negara juga mempunyai peranan penting dalam membasmi virus merah jambu yg dipenuhi tanpa rambu. Karena negara merupakan fasilitator dalam kehidupan umat. Negara yang dimaksud disini adalah negara yang menjadikan kedaulatan ditangan syara’ (Al-An’aam: 57).

Oleh: Zahra Ar-Rahmaan

Mahasiswa UMSU/FAI

About the author

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sudut Pandang Mahasiswa Terhadap Privilege dari Good Looking

Teropongonline, Medan – Berpenampilan menarik saat ini kerap